Verifikasi Data Korban dan Kerusakan: Memastikan jumlah korban jiwa, luka-luka, serta rumah yang rusak telah terdata secara presisi oleh BNPB dan pemerintah daerah.
Kesiapan Logistik: Memastikan rantai pasok makanan, obat-obatan, dan tenda darurat sudah stabil di titik-titik pengungsian sebelum Presiden melakukan peninjauan.
Sinkronisasi Anggaran Darurat: Memastikan dana siap pakai (on-call fund) dari pemerintah pusat sudah tersedia untuk langsung digunakan dalam penanganan darurat.
Keamanan dan Aksesibilitas: Memastikan akses jalan menuju lokasi terdampak yang mungkin terputus akibat gempa telah dibuka oleh TNI/Polri untuk kelancaran mobilisasi bantuan.
Meninjau Langsung Dampak Kerusakan di Lapangan
Dalam kunjungan kali ini, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara untuk melihat langsung kondisi bangunan publik, seperti sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan berat. Kehadiran Presiden di tengah masyarakat NTT ini disambut dengan haru oleh warga yang terdampak bencana.
Presiden menyempatkan diri berdialog dengan para penyintas untuk mendengar keluhan langsung mengenai kebutuhan mendesak mereka. Dari dialog tersebut, Presiden mencatat bahwa selain kebutuhan pangan, masyarakat NTT saat ini sangat membutuhkan kepastian mengenai akses air bersih dan pemulihan infrastruktur dasar yang menjadi urat nadi ekonomi warga.
Komitmen Pemerintah dalam Pemulihan Pasca-Bencana
Menanggapi dampak yang ditimbulkan, Presiden Prabowo menginstruksikan agar pemerintah tidak hanya fokus pada masa tanggap darurat, tetapi juga pada fase pemulihan yang berkelanjutan. Beliau menegaskan bahwa pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akan menggunakan standar ketahanan bencana yang lebih tinggi agar kejadian serupa tidak berdampak sefatal saat ini.
Presiden juga memberikan instruksi khusus kepada kementerian terkait untuk memperhatikan aspek ekonomi warga yang terdampak. Mengingat NTT memiliki karakteristik ekonomi yang kuat di sektor perikanan dan pertanian, Presiden meminta agar bantuan tidak hanya berhenti pada bantuan sosial, tetapi juga mencakup modal kerja atau bantuan alat produksi bagi warga yang mata pencahariannya terganggu akibat gempa.
Tantangan Geografis dan Mitigasi Masa Depan