DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru Dampingi Suahasil, Ini Sosoknya

Oleh: DWJ-Manajement • 01 Oct 2026
Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru Dampingi Suahasil, Ini Sosoknya

Prabowo Resmi Lantik Luky Alfirman dan Nurkholisoh sebagai Wamenkeu Baru, Siapa Mereka?

Perkuat struktur Kementerian Keuangan, Presiden Prabowo Subianto menambah personel di jajaran Wakil Menteri guna mengawal kebijakan fiskal dan stabilitas ekonomi nasional.

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi telah melantik dua sosok baru untuk menduduki jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya penguatan struktur organisasi di tubuh Kementerian Keuangan guna memastikan roda pemerintahan dan pengelolaan fiskal berjalan optimal di bawah kepemimpinan pemerintahan baru.

Dua nama yang resmi dilantik adalah Luky Alfirman dan Nurkholisoh. Kehadiran keduanya diharapkan dapat memberikan warna baru serta memperkuat koordinasi di dalam kementerian yang memegang peranan vital dalam menjaga kesehatan APBN ini. Mereka akan bertugas mendampingi Wakil Menteri Keuangan yang saat ini telah menjabat, Suahasil Nazara, dalam menjalankan mandat besar mengelola keuangan negara.

Formasi Baru Kementerian Keuangan di Era Prabowo

Pelantikan ini menandai babak baru dalam manajemen keuangan negara di bawah visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kementerian Keuangan, sebagai institusi yang bertanggung jawab atas kebijakan fiskal, penerimaan negara, hingga pengelolaan pengeluaran, membutuhkan tim yang solid dan memiliki kapabilitas tinggi untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin tidak menentu.

Penambahan dua Wakil Menteri ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah langkah taktis untuk memperluas jangkauan pengawasan dan eksekusi kebijakan. Mengingat kompleksitas tugas Kemenkeu yang mencakup berbagai sektor, mulai dari perpajakan, kepabeanan, hingga pengelolaan kekayaan negara, pembagian beban kerja yang efektif menjadi kunci keberhasilan.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa penambahan personel di jajaran pimpinan Kementerian Keuangan menjadi sangat krusial saat ini:

Akselerasi Program Strategis: Mendukung program-program prioritas pemerintah, seperti ketahanan pangan, energi, dan pembangunan infrastruktur yang membutuhkan pendanaan besar.

Optimalisasi Penerimaan Negara: Memperkuat strategi pemungutan pajak dan bea cukai guna meningkatkan rasio pajak (tax ratio) nasional.

Stabilitas Fiskal: Menjaga defisit anggaran agar tetap berada dalam batas aman di tengah fluktuasi ekonomi global.

Pengawasan yang Lebih Intensif: Memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.