DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Mau Bereskan Masalah Besar: Kelaparan-Kemiskinan Ekstrem

Oleh: DWJ-Manajement 18 Sep 2026
Prabowo Mau Bereskan Masalah Besar: Kelaparan-Kemiskinan Ekstrem

Untuk menjawab persoalan kelaparan, Presiden Prabowo mengusung visi besar mengenai swasembada pangan. Pemerintah berkeyakinan bahwa ketergantungan pada impor pangan adalah kerentanan strategis yang harus segera diatasi. Dengan kemampuan memproduksi pangan secara mandiri, Indonesia tidak akan mudah goyah oleh gejolak harga pangan dunia atau gangguan rantai pasok global.

Langkah-langkah strategis yang disiapkan pemerintah untuk mencapai swasembada pangan antara lain:

Perluasan Lahan Pertanian: Optimalisasi lahan produktif serta pembukaan lahan baru melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.

Modernisasi Pertanian (Smart Farming): Mendorong penggunaan teknologi dalam bertani guna meningkatkan produktivitas hasil panen dan efisiensi penggunaan sumber daya.

Penguatan Infrastruktur Pertanian: Pembangunan dan perbaikan sistem irigasi, pembangunan gudang penyimpanan (cold storage), serta perbaikan jalur distribusi pangan dari desa ke kota.

Kesejahteraan Petani: Memastikan petani mendapatkan harga yang layak dan akses yang mudah terhadap pupuk, benih, serta modal usaha.

Presiden meyakini bahwa dengan memperkuat sektor pertanian, Indonesia tidak hanya akan mampu memberi makan rakyatnya sendiri, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan dunia.

Memperkuat Jaring Pengaman Sosial bagi Masyarakat Rentan

Selain fokus pada produksi pangan, pemerintah juga menyadari perlunya intervensi langsung untuk membantu masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan ekstrem. Program bantuan sosial harus diarahkan secara lebih presisi agar tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian ekonomi penerimanya.

Transformasi Bantuan Sosial

Pemerintah sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap skema bantuan sosial yang ada. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga memiliki unsur pemberdayaan. Hal ini bertujuan agar masyarakat penerima manfaat dapat perlahan-lahan keluar dari jerat kemiskinan dan menjadi mandiri secara ekonomi.

Beberapa poin penting dalam transformasi jaring pengaman sosial meliputi: