Penurunan Muka Tanah di Kawasan Utara Jawa: Kota-kota seperti Jakarta, Semarang, dan Demak mengalami penurunan tanah yang sangat cepat, yang mengakibatkan banjir rob permanen di berbagai wilayah.
Kenaikan Permukaan Air Laut: Perubahan iklim global menyebabkan es di kutub mencair, yang secara langsung meningkatkan volume air laut di seluruh dunia, termasuk perairan Indonesia.
Ancaman Kerugian Ekonomi: Banjir pesisir tidak hanya merusak pemukiman, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur vital, pelabuhan, kawasan industri, hingga lahan pertanian produktif di pesisir.
Keamanan Wilayah: Tanggul laut juga berfungsi sebagai perlindungan terhadap gelombang ekstrem yang dapat mengancam stabilitas wilayah pesisir.
Tantangan Besar di Balik Proyek Strategis
Meskipun memiliki manfaat yang sangat besar dalam melindungi daratan, pembangunan Giant Sea Wall tidak luput dari berbagai tantangan kritis yang harus dipecahkan oleh pemerintah. Proyek ini akan menjadi salah satu proyek infrastruktur dengan tingkat kesulitan tertinggi di Indonesia.
1. Pendanaan dan Investasi
Membangun tanggul laut sepanjang ratusan kilometer membutuhkan dana yang sangat fantastis. Pemerintah perlu merumuskan skema pembiayaan yang kreatif, apakah akan sepenuhnya menggunakan APBN, melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), atau menarik investasi asing secara masif.
2. Dampak Lingkungan dan Ekosistem
Para ahli lingkungan seringkali menyuarakan kekhawatiran mengenai dampak pembangunan tanggul terhadap ekosistem laut. Perubahan arus laut, sedimentasi, hingga terganggunya habitat mangrove dan biota laut lainnya menjadi catatan penting yang harus dimitigasi agar pembangunan ini tidak menjadi bumerang bagi alam.