DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Minta Dana BPKH Diaudit dan Sikat Kartel Haji-Umrah

Oleh: DWJ-Manajement • 28 Sep 2026
Prabowo Minta Dana BPKH Diaudit dan Sikat Kartel Haji-Umrah

Membongkar Praktik Kartel Haji dan Umrah

Selain fokus pada internal BPKH, Presiden Prabowo juga memberikan mandat keras untuk "menyikat" praktik kartel yang selama ini diduga merugikan jamaah haji dan umrah. Kartel dalam konteks ini merujuk pada kerja sama tersembunyi antar pelaku usaha—baik di sektor transportasi, akomodasi, maupun penyedia layanan perjalanan—yang bertujuan untuk mengatur harga secara tidak wajar atau memonopoli layanan tertentu.

Praktik kartel ini mengakibatkan biaya perjalanan haji dan umrah menjadi tidak kompetitif dan cenderung mahal bagi masyarakat. Selain itu, kartel seringkali membatasi pilihan jamaah, sehingga kualitas layanan yang diterima tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Hal ini sangat mencederai semangat pelayanan publik yang seharusnya memberikan kemudahan bagi umat yang ingin menjalankan ibadah.

Dampak Buruk Kartel bagi Jamaah

Keberadaan kartel dalam ekosistem haji dan umrah menciptakan efek domino yang merugikan, di antaranya:

Inflasi Biaya Perjalanan: Kesepakatan harga antar vendor membuat biaya paket umrah dan haji melonjak secara tidak wajar.

Penurunan Kualitas Layanan: Karena minimnya kompetisi, pelaku usaha tidak merasa perlu meningkatkan kualitas layanan hotel, katering, maupun transportasi.

Ketidakpastian Harga: Jamaah seringkali terjebak dalam skema harga yang berubah-ubah tanpa alasan yang jelas.

Hambatan bagi Pelaku Usaha Kecil: Kartel menutup akses bagi biro perjalanan skala menengah ke bawah untuk berkompetisi secara sehat di pasar.

Presiden menginstruksikan kementerian terkait dan lembaga pengawas untuk bekerja sama dalam memetakan jaringan kartel ini. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat di sektor layanan religi ini.

Transformasi Tata Kelola BPKH di Era Baru

Langkah audit dan pemberantasan kartel ini merupakan bagian dari agenda besar transformasi tata kelola BPKH. Pemerintah ingin memastikan bahwa BPKH bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga bersih secara moral dan administratif. Perbaikan tata kelola ini mencakup penguatan sistem manajemen risiko dan peningkatan digitalisasi dalam setiap proses transaksi.