DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Minta Perjanjian Dagang dengan Eropa Dikebut 

Oleh: DWJ-Manajement 22 Sep 2026
Prabowo Minta Perjanjian Dagang dengan Eropa Dikebut 

Penyusunan Dokumen Komprehensif: Penggabungan seluruh lampiran teknis terkait standar produk, aturan asal barang (rules of origin), dan protokol jasa.

Penyerahan ke Parlemen Eropa: Dokumen akan diajukan ke lembaga legislatif Uni Eropa untuk mendapatkan persetujuan politik.

Ratifikasi Nasional: Setelah disetujui di tingkat Eropa, Indonesia juga harus melakukan proses ratifikasi melalui mekanisme hukum domestik agar perjanjian ini memiliki kekuatan mengikat secara sah.

Mengapa Bahasa Inggris Menjadi Krusial?

Sebagai bahasa pengantar resmi dalam diplomasi internasional dan perdagangan global, penggunaan bahasa Inggris yang presisi dalam dokumen IEU-CEPA akan mempermudah koordinasi antara kementerian terkait di Indonesia dengan regulator di Uni Eropa. Hal ini juga bertujuan untuk mempercepat proses uji publik dan pembahasan di tingkat Parlemen Eropa, sehingga tidak terjadi hambatan komunikasi yang dapat menunda waktu penyelesaian.

Mengapa IEU-CEPA Begitu Strategis bagi Indonesia?

Perjanjian ini dipandang sebagai "game changer" bagi perekonomian Indonesia. Selama ini, eksportir Indonesia seringkali menghadapi kendala besar saat memasuki pasar Eropa, mulai dari tarif yang tinggi hingga standar lingkungan dan sosial yang sangat kompleks. IEU-CEPA hadir untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan akses tersebut.

Ada beberapa sektor utama yang akan mendapatkan dampak positif secara langsung jika perjanjian ini segera diimplementasikan:

1. Sektor Manufaktur dan Produk Olahan

Indonesia memiliki potensi besar dalam mengekspor produk manufaktur seperti tekstil, alas kaki, dan komponen otomotif. Dengan penurunan tarif melalui IEU-CEPA, produk Indonesia akan memiliki keunggulan harga dibandingkan produk dari negara pesaing yang mungkin belum memiliki perjanjian serupa dengan Uni Eropa.

2. Sektor Komoditas dan Agrikultur

Meskipun tantangan seperti regulasi deforestasi (EUDR) masih membayangi, IEU-CEPA diharapkan dapat menyediakan ruang dialog yang lebih konstruktif. Perjanjian ini dapat membantu menyelaraskan standar keberlanjutan Indonesia dengan standar Eropa, sehingga produk seperti sawit, kopi, karet, dan rempah-rempah dapat masuk ke pasar Eropa dengan lebih mulus.