Mitigasi Risiko Fiskal: Menyiapkan bantalan fiskal (fiscal buffer) untuk menghadapi guncangan eksternal, seperti fluktuasi harga komoditas atau ketegangan geopolitik global.
Tantangan Ekonomi Global dan Dampaknya terhadap Fiskal
Langkah Presiden Prabowo untuk memperketat pengawasan terhadap kredibilitas APBN juga didasari oleh kondisi geopolitik dunia yang sedang mengalami volatilitas tinggi. Perang di berbagai belahan dunia dan pergeseran kebijakan moneter di negara-negara maju seperti Amerika Serikat menciptakan efek domino terhadap ekonomi negara berkembang, termasuk Indonesia.
Ketidakpastian harga energi dan pangan dunia menuntut pemerintah untuk lebih fleksibel namun tetap dalam koridor yang disiplin. Jika pemerintah terlalu agresif dalam memberikan subsidi tanpa perhitungan yang matang, APBN bisa terbebani. Sebaliknya, jika pemerintah terlalu ketat dalam belanja, daya beli masyarakat bisa terganggu.
Menyeimbangkan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Suahasil Nazara dan tim Kementerian Keuangan adalah menemukan titik keseimbangan antara "stimulus pertumbuhan" dan "stabilitas fiskal". Di satu sisi, Presiden Prabowo membutuhkan anggaran yang besar untuk membiayai program-program transformatif seperti makan bergizi gratis, hilirisasi industri, dan pembangunan infrastruktur pedesaan.
Di sisi lain, pemerintah tidak boleh mengabaikan prinsip kehati-hatian (prudential principle). Menjaga kredibilitas berarti memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang tanpa menciptakan beban utang yang tidak berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Sinkronisasi Kebijakan Fiskal dengan Program Prioritas Presiden
Presiden Prabowo menekankan bahwa APBN harus menjadi "mesin" yang menggerakkan program-program unggulan pemerintah. Kredibilitas APBN akan memudahkan pemerintah dalam melakukan mobilisasi sumber daya untuk sektor-sektor strategis. Dalam hal ini, sinergi antara kebijakan fiskal yang dikelola Kementerian Keuangan dengan kebijakan sektor riil menjadi kunci utama.
Beberapa sektor yang diproyeksikan akan mendapatkan perhatian khusus dalam pengelolaan APBN yang kredibel meliputi: