DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Pilih Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Ini Alasannya

Oleh: DWJ-Manajement 12 Aug 2026
Prabowo Pilih Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Ini Alasannya

Menjaga Sinergi antara Pemerintah dan Bank Sentral

Salah satu tantangan terbesar dalam ekonomi makro adalah menciptakan sinergi antara kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah dan kebijakan moneter yang dijalankan bank sentral. Meskipun Bank Indonesia harus tetap independen, koordinasi yang harmonis antara keduanya sangat diperlukan agar tidak terjadi kebijakan yang saling bertolak belakang (policy clash).

Presiden Prabowo diyakini melihat Destry Damayanti sebagai figur yang mampu menjalin komunikasi efektif dengan pemerintah tanpa mengorbankan independensi Bank Indonesia. Dengan adanya kesamaan visi dalam menjaga stabilitas ekonomi, diharapkan kebijakan fiskal dan moneter dapat berjalan beriringan untuk mendukung program-program strategis pemerintah, termasuk penguatan daya beli masyarakat dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Alasan Strategis di Balik Usulan Calon Tunggal

Keputusan untuk mengajukan calon tunggal merupakan langkah politik dan ekonomi yang cukup berani. Dalam mekanisme pemilihan Gubernur BI, keputusan akhir tetap berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui proses fit and proper test. Namun, dengan mengusulkan satu nama yang kuat, pemerintah berupaya meminimalisir ketidakpastian politik yang biasanya muncul jika terdapat banyak kandidat yang saling bersaing.

1. Memberikan Kepastian bagi Pasar dan Investor

Pasar keuangan sangat membenci ketidakpastian. Proses pemilihan yang berlarut-larut dengan banyaknya kandidat dapat memicu spekulasi yang berdampak negatif pada nilai tukar Rupiah dan pasar saham. Dengan mengusulkan Destry Damayanti secara tunggal, Presiden Prabowo memberikan pesan kepada investor domestik maupun asing bahwa transisi kepemimpinan di Bank Indonesia akan berjalan mulus dan terukur.

Kepastian ini sangat penting, terutama saat Indonesia tengah berupaya menarik lebih banyak investasi asing langsung (FDI) untuk mendukung hilirisasi industri dan pembangunan infrastruktur. Investor memerlukan jaminan bahwa otoritas moneter akan dipimpin oleh sosok yang kredibel dan memiliki pandangan ekonomi yang stabil.

2. Menghadapi Ketidakpastian Global

Dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina, fluktuasi harga komoditas, hingga kebijakan suku bunga bank sentral dunia seperti The Fed. Kondisi ini menuntut Gubernur BI yang tidak hanya memahami ekonomi domestik, tetapi juga memiliki kemampuan diplomasi ekonomi internasional yang kuat.

Destry Damayanti dinilai memiliki kapasitas untuk mewakili Indonesia dalam forum-forum internasional seperti G20 atau pertemuan IMF-World Bank. Kemampuannya dalam berinteraksi dengan para pengambil kebijakan global akan sangat membantu dalam menjaga posisi tawar Indonesia di kancah internasional, sekaligus melindungi ekonomi nasional dari guncangan eksternal (external shocks).

Tantangan Besar di Depan Mata