DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Sebut Bisa Hemat Ratusan Triliun, Digunakan Bantu Rakyat Paling Miskin

Oleh: DWJ-Manajement 27 Aug 2026
Prabowo Sebut Bisa Hemat Ratusan Triliun, Digunakan Bantu Rakyat Paling Miskin

Prabowo Targetkan Penghematan Anggaran Ratusan Triliun, Dana Bakal Dialihkan untuk Bantu Rakyat Miskin

JAKARTA - Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melakukan efisiensi besar-besaran dalam pengelolaan anggaran negara. Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menyebutkan bahwa pemerintah memiliki potensi untuk menghemat ratusan triliun rupiah dari alokasi anggaran yang selama ini dianggap kurang produktif atau mengalami kebocoran.

Langkah penghematan ini bukan sekadar upaya disiplin fiskal, melainkan sebuah strategi besar untuk melakukan redistribusi kekayaan negara. Dana hasil efisiensi tersebut direncanakan akan dialihkan sepenuhnya untuk membantu masyarakat yang berada di garis kemiskinan ekstrem dan memperkuat jaring pengaman sosial bagi rakyat paling miskin di Indonesia.

Strategi Efisiensi Fiskal: Menutup Celah Kebocoran Anggaran

Visi besar Prabowo Subianto dalam mengelola keuangan negara berfokus pada optimalisasi setiap rupiah yang dikeluarkan dari APBN. Menurutnya, selama ini terdapat banyak sektor yang pengeluarannya tidak memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Kebocoran anggaran, baik dalam bentuk birokrasi yang gemuk maupun program-program yang tidak tepat sasaran, menjadi fokus utama yang akan dibenahi.

Penghematan ratusan triliun rupiah tersebut diprediksi dapat dicapai melalui beberapa langkah strategis, di antaranya:

Digitalisasi Sistem Pengadaan: Meminimalkan interaksi fisik dalam proses tender proyek pemerintah guna mengurangi potensi praktik korupsi dan suap.

Evaluasi Program Non-Prioritas: Meninjau kembali efektivitas perjalanan dinas, rapat-rapat seremonial, dan pembangunan infrastruktur yang tidak memiliki dampak ekonomi langsung terhadap masyarakat kecil.

Sinkronisasi Data Kemiskinan: Memastikan bahwa bantuan sosial hanya mengalir kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, menghindari adanya bantuan yang salah sasaran atau "double funding".

Optimalisasi Penerimaan Negara: Memperkuat sistem perpajakan dan pengelolaan sumber daya alam agar lebih efisien dan transparan.