Prabowo: Semua Pakar Meramalkan 25 Tahun Lagi Ekonomi Indonesia Lampaui Prancis dan Jerman
Optimisme besar terhadap posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia dalam dua dekade mendatang.
Prabowo Subianto saat memberikan pidato mengenai masa depan ekonomi Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)
Presiden terpilih, Prabowo Subianto, melontarkan pernyataan optimis yang membakar semangat mengenai masa depan ekonomi Indonesia di kancah global. Dalam sebuah pidato yang penuh penekanan, ia menyebutkan bahwa para pakar ekonomi dunia telah memprediksi lonjakan signifikan pertumbuhan ekonomi tanah air dalam beberapa dekade mendatang.
Prabowo menegaskan bahwa dalam kurun waktu 25 tahun ke depan, Indonesia diproyeksikan tidak lagi hanya menjadi pemain pendukung, melainkan akan berdiri sejajar dengan kekuatan ekonomi besar di dunia. Bahkan, ia menyebutkan posisi Indonesia akan melampaui sejumlah negara maju di Eropa.
"Semua pakar dunia meramalkan 25 tahun lagi Indonesia menjadi ekonomi keempat di dunia. Keempat! Di atas Perancis, Jerman, Inggris," ujar Prabowo dengan nada optimis di hadapan para hadirin.
Prediksi Pakar: Indonesia Menuju Kekuatan Ekonomi Global
Pernyataan Prabowo ini bukan tanpa alasan. Berbagai lembaga riset ekonomi internasional dan lembaga pemeringkat kredit memang telah lama memantau tren pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Dengan laju pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil di angka 5 persen per tahun, Indonesia dinilai memiliki lintasan yang kuat untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).
Prediksi untuk menempatkan Indonesia di posisi keempat dunia berarti Indonesia harus mampu bersaing secara ketat dengan negara-negara yang selama ini mendominasi ekonomi global. Secara spesifik, Prabowo menyoroti negara-negara anggota Uni Eropa seperti Prancis dan Jerman, serta kekuatan ekonomi Inggris, yang diprediksi akan tergeser oleh kekuatan ekonomi baru dari Asia, yakni Indonesia.