DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo: Semua Pakar Meramal 25 Tahun Lagi Ekonomi RI di Atas Prancis-Jerman

Oleh: DWJ-Manajement 29 Jul 2026
Prabowo: Semua Pakar Meramal 25 Tahun Lagi Ekonomi RI di Atas Prancis-Jerman

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM): Bonus demografi bisa berubah menjadi bencana demografi jika kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja tidak mampu memenuhi standar industri masa depan yang berbasis teknologi tinggi.

Kepastian Hukum dan Tata Kelola: Investor global membutuhkan stabilitas politik dan kepastian hukum. Pemberantasan korupsi dan perbaikan birokrasi menjadi syarat mutlak untuk menciptakan iklim investasi yang sehat.

Ketahanan Energi dan Ketahanan Pangan: Sebagai negara kepulauan, transisi menuju energi terbarukan dan kemandirian pangan menjadi sangat krusial di tengah ketidakpastian iklim global.

Geopolitik Global: Ketegangan antara kekuatan besar dunia seperti Amerika Serikat dan China dapat berdampak langsung pada rantai pasok dan stabilitas ekonomi nasional.

Menyongsong Indonesia Emas 2045

Narasi yang disampaikan Prabowo ini sejalan dengan visi besar "Indonesia Emas 2045". Visi ini menargetkan Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia tepat di usia satu abad kemerdekaannya. Jika prediksi menempatkan Indonesia di posisi keempat dalam 25 tahun ke depan benar terjadi, maka target 2045 akan tercapai bahkan lebih cepat dari yang dibayangkan.

Pencapaian ini membutuhkan konsistensi kebijakan antar rezim pemerintahan. Hilirisasi, penguatan SDM, dan digitalisasi harus menjadi agenda berkelanjutan yang tidak terhenti oleh pergantian kepemimpinan. Sinergi antara sektor publik dan swasta akan menjadi penentu apakah Indonesia mampu melompat menjadi raksasa ekonomi baru atau tetap berada di zona nyaman sebagai negara berkembang.

Kesimpulan

Pernyataan Prabowo Subianto mengenai prediksi pakar dunia yang menempatkan ekonomi Indonesia di atas Prancis, Jerman, dan Inggris merupakan sebuah pesan optimisme sekaligus pengingat akan tugas besar bangsa. Meskipun fondasi seperti kekayaan alam dan bonus demografi sudah tersedia, keberhasilan mencapai posisi ekonomi keempat dunia sangat bergantung pada kualitas SDM, kepastian hukum, dan konsistensi kebijakan hilirisasi.

Indonesia memiliki modal yang lebih dari cukup untuk mengubah peta ekonomi dunia. Namun, kerja keras, integritas dalam tata kelola, dan adaptasi terhadap teknologi menjadi kunci utama agar ramalan para pakar tersebut tidak hanya menjadi retorika politik, melainkan realitas ekonomi yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.