DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Ungkap Bukti Ekonomi RI Kuat, Sebut Laporan Lembaga Asing

Oleh: DWJ-Manajement 14 Aug 2026
Prabowo Ungkap Bukti Ekonomi RI Kuat, Sebut Laporan Lembaga Asing

Hilirisasi Sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

Salah satu faktor kunci yang disebut sebagai penyumbang ketahanan ekonomi adalah keberlanjutan kebijakan hilirisasi industri. Prabowo menekankan bahwa strategi mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi telah memberikan efek domino yang positif bagi perekonomian nasional.

Dengan hilirisasi, Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada ekspor komoditas mentah yang harganya sangat rentan terhadap gejolak pasar global. Transformasi ini menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan negara melalui pajak dan royalti, serta memperkuat struktur industri manufaktur dalam negeri.

Menghadapi Tantangan Geopolitik dan Ketidakpastian Global

Meskipun optimis, Presiden Prabowo tidak menutup mata terhadap risiko yang ada. Ia mengakui bahwa dunia saat ini sedang berada dalam fase transisi yang penuh dengan risiko. Konflik di berbagai kawasan serta perubahan kebijakan perdagangan di negara-negara besar dapat memberikan tekanan pada ekonomi domestik.

Ketidakpastian ini mencakup beberapa hal, mulai dari ketegangan di Timur Tengah yang dapat memicu kenaikan harga energi, hingga kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang dapat menyebabkan arus modal keluar dari negara-negara berkembang (capital outflow). Namun, Prabowo meyakini bahwa dengan manajemen risiko yang tepat, Indonesia mampu memitigasi dampak tersebut.

Strategi Mitigasi Pemerintah

Untuk menghadapi dinamika global tersebut, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Fokus utama adalah pada penguatan ketahanan domestik agar tidak terlalu rentan terhadap guncangan eksternal.

Beberapa langkah mitigasi yang disiapkan antara lain:

Penguatan Konsumsi Domestik: Menjaga daya beli masyarakat melalui program-program sosial dan pengendalian harga pangan sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.

Diversifikasi Pasar Ekspor: Tidak hanya bergantung pada mitra dagang tradisional, tetapi mulai merambah pasar-pasar nontradisional di Afrika, Asia Tengah, dan Amerika Latin.

Kemandirian Energi dan Pangan: Mempercepat transisi energi dan memperkuat sektor pertanian agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri.