DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Usulkan M. Sardjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

Oleh: DWJ-Manajement 18 Aug 2026
Prabowo Usulkan M. Sardjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

Optimalisasi Penerimaan Negara: Dengan pengawasan yang ketat, potensi kebocoran dalam rantai perdagangan mineral dapat diminimalisir.

Proses Uji Kelayakan oleh Komisi XI DPR RI

Sesuai dengan mekanisme ketatanegaraan yang berlaku, usulan Presiden Prabowo ini tidak langsung bersifat final. M. Sardjito harus melewati tahapan krusial, yakni uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang akan diselenggarakan oleh Komisi XI DPR RI. Komisi XI merupakan mitra kerja utama pemerintah dalam bidang keuangan, perbankan, dan industri strategis.

Dalam sidang nanti, para anggota dewan akan menguji rekam jejak, integritas, serta pemahaman mendalam M. Sardjito mengenai dinamika pasar komoditas dan sistem pengawasan keuangan. Hal ini menjadi sangat penting mengingat posisi yang ditawarkan memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah fluktuasi harga komoditas global yang seringkali tidak menentu.

DPR diharapkan dapat memberikan pandangan objektif apakah sosok yang diusulkan mampu membawa perubahan signifikan bagi pengawasan bursa mineral atau justru memerlukan pendekatan yang berbeda. Proses ini merupakan bentuk mekanisme checks and balances agar kepemimpinan di lembaga vital seperti OJK dan BMKS benar-benar diisi oleh figur yang kompeten.

Urgensi Pengawasan Mineral dalam Arsitektur Ekonomi Nasional

Pengusulan ini muncul di tengah dorongan besar pemerintah untuk memperkuat hilirisasi industri. Indonesia saat ini bukan lagi sekadar eksportir bahan mentah, melainkan sedang bertransformasi menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global, terutama untuk mineral kritis seperti nikel yang menjadi komponen utama baterai kendaraan listrik.

Ketergantungan dunia terhadap mineral Indonesia menuntut adanya sistem perdagangan yang kuat di dalam negeri. Jika perdagangan mineral hanya dilakukan melalui mekanisme pasar gelap atau melalui jalur-jalur yang tidak terawasi secara finansial, maka Indonesia akan kehilangan potensi nilai tambah ekonomi yang sangat besar. Bursa Mineral (BMKS) hadir sebagai solusi untuk "memindahkan" pusat gravitasi perdagangan dari pasar luar negeri kembali ke dalam ekosistem domestik yang terlindungi.

Berikut adalah beberapa faktor mengapa pengawasan bursa mineral menjadi sangat mendesak:

Ketahanan Ekonomi: Memastikan aliran dana dari sektor mineral tetap berada dalam sistem keuangan domestik yang teratur.