Pembebasan Lahan: Proses pembebasan lahan merupakan aspek paling krusial. Meskipun sebagian besar lahan strategis telah teridentifikasi, proses administrasi dan sosialisasi kepada warga sekitar tetap menjadi prioritas untuk menghindari kendala hukum di kemudian hari.
Pekerjaan Tanah dan Drainase: Untuk bagian jalan yang bersifat at-grade, pemadatan tanah dan sistem drainase sedang dalam tahap intensif guna memastikan ketahanan jalan terhadap cuaca ekstrem.
Integrasi Jaringan Utilitas: Mengingat jalur yang dilalui adalah kawasan padat, pemindahan jaringan kabel listrik, pipa air, dan kabel fiber optik menjadi pekerjaan sampingan yang memakan waktu namun sangat penting.
Tantangan di Lapangan: Urban Constraints
Membangun jalan tol di tengah kawasan metropolitan seperti Jakarta dan sekitarnya bukanlah perkara mudah. Para kontraktor dihadapkan pada berbagai kendala teknis, mulai dari kondisi tanah yang labil di dekat pesisir hingga keberadaan utilitas bawah tanah yang sangat kompleks. Selain itu, manajemen lalu lintas di sekitar lokasi proyek harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total akibat pengerjaan proyek.
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Diharapkan
Jika proyek sepanjang 9,6 km ini selesai tepat waktu, dampak positifnya akan terasa secara luas. Tidak hanya bagi sektor transportasi, tetapi juga bagi ekonomi mikro di sekitar jalur tol tersebut.
Berikut adalah beberapa dampak positif yang diproyeksikan:
Pengurangan Waktu Tempuh: Kendaraan logistik dapat bergerak lebih cepat tanpa harus terjebak dalam kemacetan di jalur arteri.
Penurunan Emisi Karbon: Dengan berkurangnya waktu kendaraan berhenti dalam kemacetan (idling), emisi gas buang yang dihasilkan juga akan ikut menurun, mendukung agenda lingkungan hidup.
Pertumbuhan Sektor Properti: Aksesibilitas yang lebih baik biasanya akan memicu kenaikan nilai lahan dan pertumbuhan kawasan hunian serta komersial di sekitar akses pintu tol.