Target Penyelesaian: Konstruksi dan pembangunan fasilitas dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2027.
Target Operasional: Fasilitas ini direncanakan mulai beroperasi secara penuh dan menyalurkan listrik ke jaringan pada tahun 2028.
Dengan target operasi pada 2028, pemerintah dan pihak pengembang kini tengah fokus pada tahap persiapan lahan, perizinan, hingga pemastian ketersediaan teknologi incinerator atau teknologi termal lainnya yang ramah lingkungan agar emisi gas buang tetap berada di bawah ambang batas aman.
Teknologi Waste-to-Energy: Bagaimana Cara Kerjanya?
Mungkin banyak masyarakat yang bertanya-tanya, bagaimana mungkin sampah yang kotor dan berbau bisa berubah menjadi aliran listrik di rumah-rumah? Secara umum, teknologi Waste-to-Energy yang akan diterapkan dalam proyek ini menggunakan proses termal.
Sampah yang telah melalui proses pemilahan awal akan dimasukkan ke dalam ruang pembakaran suhu tinggi. Panas yang dihasilkan dari proses pembakaran ini kemudian digunakan untuk mendidihkan air dalam boiler, menciptakan uap panas bertekanan tinggi. Uap tersebut selanjutnya akan menggerakkan turbin yang terhubung dengan generator listrik. Proses inilah yang kemudian menghasilkan energi listrik yang siap didistribusikan.
Penting untuk dicatat bahwa proyek modern saat ini wajib dilengkapi dengan sistem Flue Gas Cleaning atau pembersihan gas buang. Sistem ini memastikan bahwa asap yang keluar dari cerobong pabrik telah melalui proses filtrasi ketat sehingga tidak mencemari udara di sekitar pemukiman warga.
Dampak Multiplier bagi Ekonomi dan Lingkungan
Investasi sebesar Rp 3 triliun bukan sekadar angka pengeluaran, melainkan stimulus ekonomi yang akan memberikan dampak berantai (*multiplier effect*) bagi masyarakat Bekasi dan sekitarnya. Dari sisi ekonomi, proyek ini akan menyerap ribuan tenaga kerja, mulai dari tahap konstruksi hingga tahap operasional pabrik nantinya.
Selain itu, adanya industri pengolahan sampah ini akan mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi sirkular. Misalnya, residu dari proses pengolahan sampah yang tidak dapat dibakar dapat dimanfaatkan kembali menjadi material konstruksi atau bahan baku industri lainnya.
Manfaat Utama Proyek bagi Masyarakat: