DWJ Manajement - PORTAL

Proyek 'Sulap' Sampah Jadi Listrik Senilai Rp 7,2 Triliun Dimulai

Oleh: DWJ-Manajement 29 Jul 2026
Proyek 'Sulap' Sampah Jadi Listrik Senilai Rp 7,2 Triliun Dimulai

Solusi Krisis Sampah, Proyek 'Sulap' Sampah Jadi Listrik Rp 7,2 Triliun di Bandung Resmi Dimulai

Pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Legok Nangka, Bandung, kini resmi memasuki tahap konstruksi, menandai era baru pengelolaan limbah di Jawa Barat.

Transformasi Pengelolaan Limbah: Dari Beban Menjadi Energi Terbarukan

Masalah sampah di wilayah metropolitan seperti Bandung Raya dan sekitarnya telah lama menjadi isu krusial yang menuntut penanganan serius. Penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian kritis menuntut adanya inovasi teknologi yang tidak sekadar memindahkan masalah, tetapi benar-benar menyelesaikannya.

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, proyek ambisius pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Legok Nangka, Bandung, kini telah mulai dibangun. Proyek ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan sebuah langkah strategis dalam mengubah paradigma pengelolaan sampah: dari sekadar membuang menjadi memanfaatkan secara produktif.

Dengan nilai investasi yang fantastis mencapai US$ 400 juta atau setara dengan Rp 7,2 triliun (menggunakan kurs Rp 18.079/US$), proyek ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam menangani krisis lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional melalui sumber energi terbarukan.

Detail Investasi dan Skala Proyek Legok Nangka

Proyek di Legok Nangka ini dirancang dengan teknologi mutakhir yang mampu memproses volume sampah dalam skala besar setiap harinya. Investasi sebesar Rp 7,2 triliun tersebut dialokasikan untuk pengadaan teknologi pengolahan termal, pembangunan infrastruktur fasilitas, hingga sistem integrasi jaringan listrik ke grid nasional.

Beberapa poin penting mengenai skala dan dampak proyek ini meliputi:

Nilai Investasi: US$ 400 juta (sekitar Rp 7,2 triliun), yang mencerminkan besarnya komitmen pemerintah dan investor dalam teknologi hijau.