Integrasi Industri Pengolahan: Membangun fasilitas pengolahan makanan yang lebih canggih agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah (added value) sebelum sampai ke konsumen.
Pengembangan Sistem Logistik Pangan: Memastikan rantai pasok dari lahan hingga ke tangan konsumen berjalan efisien untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
Dengan masuknya PTPN III ke sektor pangan secara lebih mendalam, diharapkan ketahanan pangan nasional dapat lebih terjaga. Perusahaan tidak hanya bertindak sebagai produsen, tetapi juga sebagai penjamin ketersediaan stok pangan di dalam negeri.
Menyongsong Era Energi Baru Terbarukan (EBT)
Selain pangan, sektor energi menjadi target ekspansi kedua yang sangat krusial. Sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, PTPN III melihat peluang besar dalam pengembangan energi berbasis hayati atau bioenergi.
Sebagai perusahaan yang memiliki basis lahan perkebunan yang sangat luas, PTPN III memiliki keunggulan komparatif untuk menjadi pemimpin dalam industri biofuel. Investasi dalam sektor energi ini akan difokuskan pada pemanfaatan produk sampingan perkebunan dan pengembangan tanaman energi yang dapat diolah menjadi sumber energi berkelanjutan.
Penguatan Ekosistem Biofuel dan Energi Hijau
Dalam peta jalan energi perusahaan, terdapat beberapa langkah konkret yang akan diambil:
Optimalisasi Biofuel: Memperkuat produksi minyak nabati yang dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel, mendukung program mandatori biofuel nasional yang terus ditingkatkan pemerintah.
Pemanfaatan Limbah (Waste-to-Energy): Mengonversi limbah cair (POME) dan limbah padat dari proses produksi kelapa sawit menjadi energi listrik atau biogas yang dapat digunakan untuk kebutuhan operasional pabrik maupun dijual ke jaringan listrik nasional.
Pengembangan Bioetanol: Menjajaki potensi pengembangan komoditas yang dapat diolah menjadi bioetanol sebagai alternatif bahan bakar kendaraan bermotor.