DWJ Manajement - PORTAL

Puncak Musim Kemarau Dimulai Bulan Ini, Cek Daftar Wilayahnya

Oleh: DWJ-Manajement 06 Jul 2026
Puncak Musim Kemarau Dimulai Bulan Ini, Cek Daftar Wilayahnya

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 Dimulai Juli Ini, Simak Daftar 83 Zona Musim yang Terdampak

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait dinamika cuaca yang akan terjadi di tanah air dalam waktu dekat. Berdasarkan analisis data meteorologi terbaru, puncak musim kemarau untuk tahun 2026 diprediksi akan mulai dirasakan secara signifikan pada bulan Juli ini.

Prediksi ini mencakup cakupan wilayah yang sangat luas, di mana sebanyak 83 zona musim di seluruh Indonesia diperkirakan akan memasuki fase puncak kemarau. Meskipun fenomena kemarau akan meluas, BMKG menekankan bahwa kondisi atmosfer tidak sepenuhnya kering secara total di seluruh wilayah.

Perluasan Musim Kemarau di 83 Zona Musim

Memasuki bulan Juli, pola sirkulasi angin dan suhu permukaan laut menunjukkan pergeseran yang menandakan dimulainya periode kering yang lebih intens. BMKG menjelaskan bahwa pembagian zona musim ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat dan pemerintah daerah dalam melakukan mitigasi terhadap dampak perubahan cuaca.

Sebanyak 83 zona musim yang teridentifikasi akan mengalami puncak kemarau ini meliputi sebagian besar wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga sebagian wilayah Sulawesi dan Maluku. Perlu dipahami bahwa "puncak kemarau" bukan berarti tidak akan ada hujan sama sekali, melainkan periode di mana intensitas hujan berada pada titik terendah dalam siklus tahunan.

Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi penetapan zona musim tersebut:

Sirkulasi Angin Monsun: Pergerakan angin monsun Australia yang bersifat kering mulai mendominasi wilayah Indonesia bagian selatan.

Suhu Permukaan Laut: Adanya fluktuasi suhu permukaan laut yang memengaruhi pembentukan awan hujan di wilayah tertentu.

Tekanan Udara: Peningkatan tekanan udara di wilayah Australia yang mendorong massa udara kering ke arah Indonesia.

Potensi Hujan di Tengah Musim Kemarau

Satu hal penting yang perlu dicatat oleh masyarakat adalah tidak semua wilayah akan mengalami kekeringan ekstrem tanpa adanya hujan. BMKG memberikan catatan khusus bahwa potensi hujan masih tetap ada di beberapa wilayah, meskipun kemarau sedang meluas.

Fenomena ini biasanya terjadi dalam bentuk hujan lokal atau hujan konvektif. Hujan jenis ini seringkali muncul secara tiba-tiba dengan durasi yang singkat namun memiliki intensitas yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh pemanasan permukaan bumi yang sangat kuat di siang hari, yang kemudian memicu pembentukan awan konvektif di atmosfer.