China Incar Proyek Kereta Cepat Bandung-Surabaya, Purbaya Beri Sinyal Ekspansi Infrastruktur Besar-Besaran
Jakarta - Ambisi Indonesia untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Jawa melalui moda transportasi modern kini memasuki babak baru. Setelah kesuksesan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), kini muncul angin segar mengenai rencana perluasan jaringan kereta cepat yang menyasar wilayah Jawa Timur.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan sinyal kuat bahwa pihak China telah menyatakan ketertarikannya untuk terlibat dalam proyek pembangunan jalur kereta cepat yang menghubungkan Bandung hingga Surabaya. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk menyambung urat nadi ekonomi di koridor utama Pulau Jawa.
Ketertarikan China dan Dukungan Penuh Presiden Prabowo
Pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa ini mencerminkan adanya dinamika diplomasi ekonomi yang intens antara Jakarta dan Beijing. Menurut Purbaya, ketertarikan China tidak hanya bersifat spekulatif, melainkan didasari oleh keberhasilan implementasi teknologi kereta cepat di Indonesia sebelumnya. China, sebagai pemimpin global dalam teknologi perkeretaapian cepat, melihat potensi besar dalam pengembangan infrastruktur di Indonesia.
Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa rencana ekspansi ini mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo dikenal memiliki visi besar terhadap pembangunan infrastruktur yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif. Dalam berbagai kesempatan, Presiden telah menekankan pentingnya kemandirian infrastruktur dan efisiensi logistik sebagai kunci daya saing bangsa.
Dukungan dari kepala negara ini menjadi lampu hijau bagi negosiasi tingkat tinggi yang kemungkinan besar akan melibatkan kerja sama Government-to-Government (G-to-G). Hal ini bertujuan agar proyek strategis nasional tersebut tetap berada dalam koridor kepentingan nasional, terutama terkait transfer teknologi dan penguasaan SDM lokal.
Mendorong Efisiensi Logistik dan Mobilitas Manusia
Rencana jalur Bandung-Surabaya ini bukan sekadar proyek prestise. Jika terealisasi, jalur ini akan menjadi tulang punggung transportasi di Pulau Jawa, yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi besar, kawasan industri, hingga destinasi wisata unggulan. Saat ini, perjalanan dari Bandung ke Surabaya masih sangat bergantung pada jalur kereta api konvensional dan jalan tol, yang meskipun sudah memadai, masih memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan dan kapasitas angkut massal yang efisien.