Stabilitas Inflasi: Pengendalian harga kebutuhan pokok yang terjaga, sehingga daya beli masyarakat kelas bawah tetap terlindungi.
Strategi Fiskal yang Menjadi Kunci Keberhasilan
Sebagai pemegang otoritas fiskal, Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa strategi yang dijalankan pemerintah sepanjang tahun 2024 hingga awal 2025 adalah "Growth with Equity" atau pertumbuhan yang berkeadilan. Pemerintah tidak hanya mengejar angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang tinggi, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut dirasakan oleh lapisan masyarakat terbawah.
Dalam menjalankan strategi ini, Kementerian Keuangan melakukan reformasi birokrasi dalam pengelolaan belanja negara. Penggunaan teknologi informasi dalam penyaluran bantuan sosial telah mengurangi risiko kesalahan data (error dalam penyaluran), sehingga bantuan sampai ke tangan warga yang benar-benar masuk dalam kategori miskin.
Peran Investasi dalam Penyerapan Tenaga Kerja
Selain faktor bantuan sosial, Purbaya menyoroti pentingnya aliran investasi yang masuk ke Indonesia. Investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), telah diarahkan pada sektor-sektor padat karya. Hal ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa setiap satu persen pertumbuhan ekonomi mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang optimal.
Sektor manufaktur, energi terbarukan, dan infrastruktur digital menjadi tiga pilar utama yang menarik minat investor. Dengan masuknya modal ke sektor-sektor ini, tercipta efek domino yang memperkuat ekonomi lokal, mulai dari penyediaan bahan baku hingga jasa logistik yang melibatkan banyak tenaga kerja lokal.
Tantangan Global yang Tetap Harus Diwaspadai
Meskipun data menunjukkan tren yang sangat positif, Menkeu Purbaya tidak ingin pemerintah dan masyarakat terlena dalam euforia. Ia mengingatkan bahwa kondisi geopolitik dunia yang masih fluktuatif serta ketidakpastian ekonomi global dapat memberikan tekanan pada ekonomi domestik.
Beberapa tantangan yang diidentifikasi oleh Kementerian Keuangan antara lain: