Purbaya dan Rosan CS Datangi Kantor Airlangga, Bahas Strategi Penguatan DHE di Tengah Fluktuasi Rupiah
Upaya Sinkronisasi Kebijakan Devisa Hasil Ekspor Demi Stabilitas Ekonomi Nasional
Jakarta — Suasana di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Kamis pagi (23/7/2026) tampak lebih sibuk dari biasanya. Sejumlah tokoh ekonomi penting dan pejabat dari berbagai Kementerian/Lembaga (K/L) terpantau hadir untuk melakukan pertemuan intensif dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Pertemuan mendadak ini menjadi perhatian publik setelah terlihat kehadiran ekonom senior Purbaya Yudhi Sadullah bersama Rosan Roeslani dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah mengenai optimalisasi pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE). Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi pasar keuangan global yang masih penuh dengan ketidakpastian, yang secara langsung berdampak pada fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kehadiran para ahli dan praktisi ini menandakan adanya urgensi untuk menyinkronkan regulasi antara pemerintah, bank sentral, dan pelaku usaha ekspor.
Mengapa Pengelolaan DHE Menjadi Isu Krusial Saat Ini?
Devisa Hasil Ekspor atau DHE bukan sekadar instrumen cadangan devisa negara, melainkan jantung dari stabilitas moneter Indonesia. Ketika para eksportir, terutama dari sektor komoditas unggulan seperti batu bara, nikel, dan CPO, menempatkan devisa mereka di dalam negeri, hal ini memberikan likuiditas yang cukup bagi pasar keuangan domestik. Namun, tantangan besar muncul ketika terdapat kecenderungan para pelaku usaha untuk segera mengonversi devisa mereka ke mata uang asing atau memarkir dana tersebut di luar negeri.
Dalam pertemuan di Kemenko Perekonomian tersebut, perdebatan mengenai mekanisme insentif dan pengawasan terhadap penempatan DHE menjadi topik hangat. Pemerintah dituntut untuk menciptakan ekosistem yang menarik bagi para eksportir agar mereka merasa aman dan diuntungkan saat menyimpan devisanya di perbankan nasional. Tanpa pengelolaan DHE yang efektif, tekanan terhadap Rupiah akan terus meningkat, yang pada akhirnya dapat memicu inflasi melalui kenaikan harga barang impor (imported inflation).
Tantangan Implementasi Regulasi di Lapangan
Meskipun regulasi mengenai kewajiban penempatan DHE telah diatur, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai hambatan teknis. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam diskusi pagi ini meliputi: