Efektivitas pengawasan terhadap aliran dana ekspor dari sektor-sektor strategis.
Pemberian insentif fiskal dan non-fiskal yang lebih kompetitif bagi eksportir yang patuh.
Sinkronisasi data antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Ketersediaan instrumen investasi domestik yang menarik bagi pemegang devisa hasil ekspor.
Purbaya Yudhi Sadullah, yang dikenal sebagai pengamat ekonomi makro yang tajam, memberikan perspektif mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan likuiditas eksportir dan kebutuhan stabilitas moneter negara. Menurutnya, kebijakan yang terlalu represif dapat memukul daya saing eksportir, namun kebijakan yang terlalu longgar akan membuat cadangan devisa sulit terkumpul secara optimal.
Sinergi Antar Lembaga: Kunci Menjaga Cadangan Devisa
Kehadiran Rosan Roeslani dalam pertemuan ini memberikan dimensi strategis dari sisi pelaku ekonomi dan kebijakan perdagangan. Diskusi diarahkan untuk mencari titik temu antara kepentingan pertumbuhan ekonomi melalui ekspor dan kepentingan stabilitas moneter melalui penguatan cadangan devisa. Airlangga Hartarto selaku Menko Perekonomian tampaknya ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat jangka pendek untuk menahan pelemahan Rupiah, tetapi juga menjadi fondasi ekonomi yang kuat dalam jangka panjang.