Pengendalian Inflasi: Menentukan tingkat suku bunga untuk menjaga daya beli masyarakat.
Stabilitas Nilai Tukar: Melakukan intervensi pasar untuk menjaga agar Rupiah tidak terdepresiasi secara tajam terhadap dolar AS.
Sistem Pembayaran: Mengatur kelancaran sistem pembayaran nasional, termasuk digitalisasi ekonomi.
Stabilitas Sistem Keuangan: Menjaga agar perbankan dan lembaga keuangan tetap sehat dan likuid.
Dengan menegaskan posisinya tetap sebagai Menteri Keuangan, Purbaya secara tidak langsung ingin menyampaikan bahwa sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan tetap berjalan di jalur yang telah ditetapkan tanpa adanya gangguan kepentingan pribadi atau politik.
Tantangan Ekonomi Global yang Menghantui
Keputusan Purbaya untuk tetap fokus di Kementerian Keuangan menjadi sangat relevan mengingat kondisi ekonomi global yang sedang tidak menentu. Dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tekanan yang dapat berdampak langsung pada ekonomi domestik Indonesia. Berbagai konflik geopolitik dan ketidakpastian pasar keuangan internasional menuntut pemerintah untuk memiliki komando yang solid.
Beberapa tantangan besar yang saat ini tengah dihadapi oleh duet fiskal-moneter Indonesia antara lain:
Ketegangan Geopolitik: Konflik di berbagai belahan dunia memicu gangguan rantai pasok global yang berpotensi meningkatkan harga komoditas.
Kebijakan Suku Bunga Global: Kebijakan The Fed (Bank Sentral AS) dalam menentukan suku bunga sangat mempengaruhi arus modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Tekanan Inflasi: Kenaikan harga energi dan pangan dunia menuntut kebijakan moneter yang sangat hati-hati agar tidak memicu inflasi tinggi di dalam negeri.