Untuk mencapai target ambisius di angka 6 persen, pemerintah telah memetakan beberapa faktor kunci yang akan menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional. Beberapa faktor tersebut antara lain:
Konsumsi Rumah Tangga: Sebagai komponen terbesar dalam PDB Indonesia, terjaganya daya beli masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah melalui berbagai kebijakan fiskal dan sosial.
Investasi dan Hilirisasi: Kebijakan hilirisasi industri, terutama di sektor pertambangan dan mineral, terus menarik aliran modal asing (FDI) yang berdampak pada pembukaan lapangan kerja baru.
Belanja Pemerintah: Stimulus melalui belanja negara yang tepat sasaran, terutama pada proyek infrastruktur dan program perlindungan sosial, diharapkan mampu memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal.
Ekspor Komoditas: Meskipun harga komoditas fluktuatif, diversifikasi produk ekspor tetap menjadi andalan untuk menjaga neraca perdagangan tetap surplus.
Menghadapi Tantangan Geopolitik dan Ketidakpastian Global
Meski menunjukkan optimisme, Menteri Keuangan Purbaya tidak menutup mata terhadap risiko-risiko yang mungkin muncul. Kondisi geopolitik dunia yang masih memanas di beberapa wilayah, serta kebijakan moneter ketat dari bank sentral negara-negara maju, merupakan variabel yang harus diwaspadai oleh pemerintah.
Ketegangan di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan berpotensi mengganggu rantai pasok global dan memicu kenaikan harga energi serta pangan. Jika hal ini terjadi, inflasi bisa menjadi tantangan tersendiri yang dapat menekan daya beli masyarakat jika tidak dikelola dengan hati-hati.