Beberapa poin utama mengapa penyempurnaan DTSEN menjadi sangat krusial adalah sebagai berikut:
Akurasi Target: Mengurangi risiko bantuan jatuh ke tangan kelompok masyarakat yang secara ekonomi sudah mampu.
Efisiensi Anggaran: Memastikan setiap rupiah dari APBN yang dialokasikan untuk bantuan sosial digunakan secara optimal dan tepat sasaran.
Kecepatan Distribusi: Data yang terintegrasi mempercepat proses administrasi sehingga bantuan dapat disalurkan lebih cepat saat terjadi situasi darurat.
Transparansi Publik: Meminimalisir potensi manipulasi data di tingkat lokal melalui sistem digital yang terpusat dan terverifikasi.
Integrasi Teknologi dan Big Data
Untuk mencapai tingkat akurasi yang diharapkan, pemerintah tidak hanya mengandalkan pendataan manual. Penyempurnaan DTSEN akan melibatkan pemanfaatan teknologi big data dan integrasi dengan berbagai basis data kependudukan lainnya, seperti data Dukcapil.
Dengan menggabungkan data kependudukan, data pajak, data kepemilikan aset, hingga data penggunaan energi, pemerintah dapat membangun profil ekonomi masyarakat yang sangat komprehensif. Profil inilah yang nantinya akan menjadi parameter utama dalam menentukan siapa yang berhak menerima jenis bantuan tertentu, apakah itu bantuan pangan, bantuan tunai, maupun subsidi energi.