DWJ Manajement - PORTAL

Purbaya Sebut Ekonomi RI Tahan Banting di Tengah Gejolak Global

Oleh: DWJ-Manajement 03 Aug 2026
Purbaya Sebut Ekonomi RI Tahan Banting di Tengah Gejolak Global

Volatilitas Harga Komoditas: Perubahan harga komoditas global yang tidak menentu dapat memengaruhi pendapatan negara dari sektor ekspor.

Perubahan Kebijakan Moneter Global: Kebijakan suku bunga di Amerika Serikat dan Eropa masih menjadi faktor penentu terhadap aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Perubahan Iklim: Faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi sektor pertanian berpotensi mengganggu ketahanan pangan dan memicu inflasi pangan (volatile food).

Langkah Strategis Pemerintah ke Depan

Untuk memastikan ketahanan ekonomi ini tetap terjaga dalam jangka panjang, pemerintah telah menyusun serangkaian langkah strategis. Fokus utama adalah memperkuat fundamental ekonomi dari dalam melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan akselerasi transformasi digital di berbagai sektor ekonomi.

Selain itu, penguatan ekonomi kerakyatan melalui dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi prioritas. UMKM dianggap sebagai tulang punggung ekonomi yang paling mampu bertahan dalam menghadapi krisis karena sifatnya yang lokal dan fleksibel.

Pemerintah juga akan terus mendorong investasi masuk ke sektor-sektor strategis yang memiliki efek pengganda (multiplier effect) besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Hal ini penting agar pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak hanya bersifat angka di atas kertas, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, meskipun dunia sedang dihantam oleh berbagai gejolak ekonomi dan ketidakpastian global, Indonesia memiliki fondasi yang cukup kuat untuk bertahan. Kombinasi antara konsumsi domestik yang massif, kebijakan fiskal yang disiplin, serta strategi hilirisasi industri menjadi kunci utama ketahanan ekonomi nasional. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan melalui mitigasi risiko yang tepat sasaran terhadap dinamika geopolitik dan moneter global, guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.