DWJ Manajement - PORTAL

Purbaya Setahun Jadi Menkeu: Berat Badan Turun-Sebut RI Keluar dari Kutukan 5%

Oleh: DWJ-Manajement • 08 Sep 2026
Purbaya Setahun Jadi Menkeu: Berat Badan Turun-Sebut RI Keluar dari Kutukan 5%

Optimalisasi Pendapatan Negara: Upaya memperluas basis pajak melalui digitalisasi sistem perpajakan untuk meminimalisir kebocoran.

Pengendalian Defisit: Menjaga agar defisit anggaran tetap berada dalam batas aman sesuai dengan undang-undang, guna menjaga kepercayaan investor global.

Ketahanan Fiskal: Membangun bantalan ekonomi (buffer) untuk menghadapi potensi guncangan geopolitik global yang dapat berdampak pada harga energi dan pangan.

Sinkronisasi Program Strategis: Memastikan ketersediaan dana untuk program-program unggulan Presiden Prabowo, termasuk penguatan ketahanan pangan dan energi.

Meskipun menunjukkan tren positif, Purbaya tetap memberikan peringatan dini mengenai tantangan global. Ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia dan fluktuasi suku bunga bank sentral global tetap menjadi faktor eksternal yang harus diantisipasi dengan sangat hati-hati oleh pemerintah Indonesia.

Menuju Pertumbuhan di Atas 5 Persen

Mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen bukanlah perkara mudah. Hal ini membutuhkan kerja keras lintas sektoral, tidak hanya dari Kementerian Keuangan, tetapi juga Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta keterlibatan sektor swasta.

"Kita tidak boleh cepat berpuas diri dengan angka 5 persen. Target kita adalah pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Kita ingin pertumbuhan ini dirasakan hingga ke akar rumput, bukan hanya di level makro," tegas Purbaya.

Strategi yang diusung melibatkan transformasi ekonomi dari berbasis komoditas menjadi berbasis manufaktur dan jasa. Hal ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi yang tengah gencar dijalankan oleh pemerintah, yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang jauh lebih besar bagi negara.

Kesimpulan

Satu tahun kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan menjadi periode transisi yang krusial bagi ekonomi Indonesia. Melalui kombinasi antara manajemen fiskal yang disiplin dan optimisme untuk memecahkan "kutukan 5 persen", ia mencoba membawa arah baru bagi ekonomi nasional.

Meskipun beban kerja yang berat secara nyata berdampak pada kondisi fisiknya, Purbaya tampak tetap teguh pada visi besarnya: menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru yang tidak lagi terjebak dalam pertumbuhan yang stagnan. Keberhasilan misi ini akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan dan kemampuan pemerintah dalam merespons dinamika global yang terus berubah.