Gebrakan Pasar! Putra Bos Mayapada Jual Ratusan Juta Saham MAYA di Harga Rp10, Ada Apa?
Jakarta – Pergerakan signifikan terjadi di lantai bursa saham tanah air. Kabar mengejutkan datang dari salah satu grup konglomerat besar di Indonesia, Mayapada Group. Jonathan Tahir, putra dari sosok penting di balik imperium bisnis Mayapada, dilaporkan telah melakukan aksi korporasi besar dengan melepas kepemilikan sahamnya di PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA).
Langkah ini menjadi sorotan tajam para pelaku pasar dan investor ritel, mengingat volume saham yang dilepas sangat masif dan dilakukan pada level harga yang sangat rendah, yakni di angka Rp10 per lembar saham. Transaksi ini tidak hanya sekadar perpindahan aset, tetapi juga membawa pesan kuat mengenai kondisi struktur kepemilikan dan strategi keuangan di balik layar.
Detail Pelepasan Saham MAYA: Angka di Balik Transaksi Jumbo
Berdasarkan keterbukaan informasi yang beredar di pasar modal, Jonathan Tahir secara resmi telah melepas sebanyak 523,35 juta lembar saham Bank Mayapada. Aksi jual ini secara langsung berdampak pada persentase kepemilikan beliau di emiten perbankan tersebut.
Sebelum melakukan aksi jual ini, kepemilikan Jonathan Tahir berada pada level yang cukup signifikan. Namun, pasca transaksi tersebut, proporsi kepemilikannya kini menyusut drastis menjadi hanya 3,89%. Penurunan persentase kepemilikan yang cukup tajam ini memicu diskusi hangat mengenai arah kebijakan strategis di internal grup maupun kepentingan pribadi pemegang saham utama.
Berikut adalah ringkasan poin-poin utama dari transaksi tersebut:
Emiten: PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA).
Volume Saham Dijual: 523,35 juta lembar saham.
Harga Eksekusi: Rp10 per lembar saham.
Persentase Kepemilikan Akhir: 3,89%.
Tujuan Transaksi: Penyelesaian kewajiban utang (debt settlement).