Perluas Jangkauan, BI Siapkan QRIS Lintas Negara ke Timor Leste dan Hong Kong
Uji coba dijadwalkan mulai berjalan pada kuartal IV-2026 guna memperkuat ekosistem pembayaran digital internasional.
Perkuat Konektivitas Ekonomi Regional
Bank Indonesia (BI) secara resmi berencana memperluas jangkauan layanan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke ranah internasional. Target terbaru dalam ekspansi ini adalah Timor Leste dan Hong Kong.
Langkah strategis ini diambil untuk mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran di kawasan regional. BI ingin memastikan transaksi lintas negara menjadi lebih praktis dan efisien bagi masyarakat.
Dengan hadirnya QRIS di wilayah baru ini, diharapkan arus transaksi ekonomi digital antarnegara dapat tumbuh lebih pesat. Hal ini sejalan dengan visi BI dalam memperkuat konektivitas ekonomi digital global.
Jadwal Uji Coba dan Implementasi
Meskipun rencana ini telah dicanangkan, implementasinya membutuhkan waktu persiapan yang cukup panjang. Bank Indonesia menargetkan tahap uji coba akan dimulai pada kuartal IV tahun 2026 mendatang.
Proses uji coba ini sangat krusial untuk memastikan keamanan dan integrasi sistem antarnegara. BI akan bekerja sama dengan otoritas moneter terkait untuk menjamin kelancaran transaksi digital tersebut.
Tahapan ini juga bertujuan untuk memitigasi risiko teknis sebelum layanan dilepas secara penuh kepada publik. Keamanan data pengguna tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengembangan sistem pembayaran ini.
Keuntungan Perluasan QRIS Internasional
Perluasan layanan ini membawa sejumlah manfaat signifikan bagi berbagai lapisan masyarakat, di antaranya:
Kemudahan Wisatawan: Memudahkan warga Indonesia bertransaksi di luar negeri tanpa perlu menukar banyak mata uang tunai.
Efisiensi Biaya: Menekan biaya transaksi bagi pelaku bisnis yang melakukan perdagangan lintas negara.
Digitalisasi Ekonomi: Mendorong adopsi pembayaran non-tunai yang lebih luas di kawasan Asia.
Kesimpulan
Rencana ekspansi QRIS ke Timor Leste dan Hong Kong merupakan langkah besar Bank Indonesia dalam memperkuat posisi ekonomi digital nasional. Dengan target uji coba pada akhir 2026, diharapkan integrasi pembayaran ini dapat memberikan kemudahan akses finansial yang lebih modern dan aman bagi masyarakat luas.