DWJ Manajement - PORTAL

Ramalan Kinerja Rupiah di Tangan Pjs Gubernur BI Destry Damayanti

Oleh: DWJ-Manajement 28 Jul 2026
Ramalan Kinerja Rupiah di Tangan Pjs Gubernur BI Destry Damayanti

Aliran Modal Keluar (Capital Outflow): Tekanan pada nilai tukar sering kali dipicu oleh aksi jual investor asing di pasar obligasi dan pasar saham Indonesia, yang mencari imbal hasil lebih tinggi di luar negeri.

Peran Destry Damayanti dalam Menjaga Stabilitas Moneter

Sebagai Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti memikul tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa transisi kepemimpinan ini tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan. Fokus utama BI dalam periode ini adalah menjalankan mandat untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Meskipun menjabat sebagai Pjs, kapasitas kebijakan yang diambil tetap harus mencerminkan prinsip kehati-hatian (*prudence*). Pasar akan melihat sejauh mana BI melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga agar Rupiah tidak terjun bebas melampaui batas psikologis pasar. Kemampuan BI dalam mengelola likuiditas domestik akan menjadi kunci dalam menghadapi tekanan eksternal.

Strategi Intervensi dan Kebijakan Moneter

Dalam menghadapi proyeksi pelemahan Rupiah, terdapat beberapa instrumen kebijakan yang dapat dioptimalkan oleh Bank Indonesia:

Intervensi Ganda (Dual Intervention): Melakukan intervensi di pasar spot maupun pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk meredam volatilitas yang berlebihan.

Penyesuaian Suku Bunga (BI Rate): Meskipun sulit, penyesuaian suku bunga acuan sering kali menjadi langkah terakhir untuk menarik kembali aliran modal masuk dan menjaga selisih imbal hasil (*yield differential*).

Penguatan Cadangan Devisa: Memastikan cadangan devisa tetap kuat untuk memberikan bantalan jika terjadi guncangan mendadak di pasar global.

Tantangan Domestik yang Mempengaruhi Kinerja Rupiah