BI Putuskan Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen pada RDG Perdana Destry Damayanti
Kembali digelar secara tatap muka setelah 1,5 tahun dilakukan secara daring, Bank Indonesia fokus pada stabilitas nilai tukar dan pengendalian inflasi.
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) secara resmi telah menetapkan hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) perdana di bawah kepemimpinan Destry Damayanti. Dalam pertemuan tersebut, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen.
Keputusan ini diambil di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian serta upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar tetap terkendali. Langkah ini juga menunjukkan sikap kehati-hatian (precautionary approach) BI dalam menyeimbangkan antara upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan menjaga stabilitas harga di dalam negeri.
Kembalinya Era Tatap Muka dalam Pengambilan Keputusan Strategis
Ada hal menarik yang menyertai keputusan moneter kali ini. RDG kali ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya setelah sekitar 1,5 tahun, Bank Indonesia kembali menggelar rapat secara tatap muka atau luring. Sebelumnya, akibat berbagai kendala teknis dan penyesuaian pasca-pandemi, rapat-rapat penting Dewan Gubernur lebih banyak dilakukan melalui platform digital atau daring.
Keputusan untuk kembali ke format tatap muka ini dinilai memberikan ruang diskusi yang lebih mendalam dan intensif antar anggota Dewan Gubernur. Dalam pengambilan kebijakan moneter yang berdampak langsung pada jutaan pelaku ekonomi, interaksi langsung dianggap krusial untuk menyelaraskan persepsi terhadap risiko-risiko ekonomi yang berkembang, baik dari sisi domestik maupun global.
Destry Damayanti, yang memimpin rapat perdana ini, menekankan pentingnya koordinasi yang solid dalam menghadapi volatilitas pasar. Pertemuan fisik ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam merumuskan langkah-langkah mitigasi risiko yang lebih presisi dan cepat tanggap terhadap perubahan kondisi makroekonomi.
Analisis di Balik Keputusan Menahan Suku Bunga 5,75 Persen
Keputusan untuk tidak mengubah suku bunga acuan bukanlah tanpa alasan. Bank Indonesia melakukan pertimbangan yang sangat matang terhadap berbagai indikator ekonomi utama. Terdapat beberapa faktor fundamental yang melatarbelakangi mengapa BI memilih untuk tetap berada di level 5,75 persen: