DWJ Manajement - PORTAL

RDG Perdana Destry Tatap Muka, BI Tahan Suku Bunga 5,75%

Oleh: DWJ-Manajement 23 Sep 2026
RDG Perdana Destry Tatap Muka, BI Tahan Suku Bunga 5,75%

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah: BI berupaya menjaga agar tekanan terhadap Rupiah tidak semakin meluas, terutama mengingat adanya fluktuasi pada mata uang global yang dipicu oleh kebijakan bank sentral negara maju.

Pengendalian Inflasi: Meskipun inflasi domestik menunjukkan tren yang terkendali, BI tetap waspada terhadap potensi kenaçao harga pangan dan energi yang dapat memicu inflasi dari sisi penawaran (supply-side inflation).

Dinamika Suku Bunga Global: BI terus memantau kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed) dan bank sentral utama lainnya. Langkah menahan suku bunga dilakukan untuk menyelaraskan posisi kebijakan moneter Indonesia dengan arah kebijakan global guna menghindari aliran modal keluar (capital outflow).

Pertumbuhan Ekonomi Nasional: Dengan mempertahankan suku bunga di level saat ini, BI juga memberikan ruang bagi sektor riil untuk tetap dapat mengakses pembiayaan dengan biaya yang terukur, guna mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Menjaga Keseimbangan antara Stabilitas dan Pertumbuhan

Menjaga keseimbangan antara kebijakan "pro-stability" dan "pro-growth" adalah tantangan terbesar bagi setiap bank sentral, termasuk Bank Indonesia. Dengan menahan suku bunga di 5,75 persen, BI mencoba mengambil jalan tengah. Di satu sisi, suku bunga yang stabil dapat memberikan kepastian bagi investor dan pelaku usaha, namun di sisi lain, BI harus tetap sigap jika ada guncangan yang mengharuskan penyesuaian kebijakan secara cepat.

Para analis ekonomi menilai bahwa keputusan Destry Damayanti ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang pragmatis dan berbasis data. BI tidak terburu-buru untuk melakukan pemangkasan suku bunga demi mengejar pertumbuhan, namun juga tidak agresif menaikkan bunga yang berisiko membebani sektor kredit perbankan dan daya beli masyarakat.

Dampak Kebijakan terhadap Sektor Perbankan dan Masyarakat

Keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan ini memiliki implikasi langsung terhadap berbagai lapisan ekonomi. Bagi sektor perbankan, keputusan ini memberikan sinyal stabilitas terkait biaya dana (cost of fund) dan penentuan suku bunga kredit ke masyarakat.

Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin dirasakan: