Stabilitas Makroekonomi: Memastikan bahwa beban proyek ini tidak menciptakan guncangan pada sektor keuangan nasional secara mendadak.
Posisi Beijing: Menjaga Harmonisasi Kerja Sama Infrastruktur
Di sisi lain, keterlibatan China sebagai mitra utama sekaligus pemberi pinjaman dalam proyek ini menjadi faktor krusial. Respons dari Beijing terhadap keputusan Indonesia untuk melibatkan Kemenkeu dalam penyelesaian utang ini cenderung sangat memperhatikan aspek diplomasi dan kepastian bisnis.
Secara diplomatis, China sejauh ini menunjukkan sikap yang suportif terhadap keberlanjutan proyek ini. Bagi Beijing, Whoosh adalah salah satu proyek percontohan utama dari inisiatif Belt and Road Initiative (BRI) di Asia Tenggara. Keberhasilan proyek ini menjadi simbol kesuksesan kerja sama ekonomi antara kedua negara. Oleh karena itu, China berkepentingan agar skema pembiayaan dan penyelesaian utang tidak menjadi hambatan yang merusak hubungan bilateral.
Namun, di balik sikap suportif tersebut, terdapat kepentingan ekonomi yang kuat untuk memastikan bahwa mekanisme pembayaran tetap berjalan sesuai kesepakatan awal. Keterlibatan Kemenkeu secara tidak langsung memberikan "jaminan" tambahan bagi pihak China bahwa Indonesia memiliki komitmen kuat untuk melunasi kewajiban tersebut melalui jalur fiskal negara, yang secara teoritis jauh lebih stabil dibandingkan jalur korporasi murni.
Dinamika Kerja Sama Bilateral Indonesia-China
Hubungan kerja sama infrastruktur antara Indonesia dan China memang memiliki kompleksitas tersendiri. Meskipun terdapat kritik mengenai besarnya utang luar negeri, namun secara praktis, transfer teknologi dan pembangunan infrastruktur yang masif telah memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat. Dalam konteks utang Whoosh, kedua negara kini berada dalam posisi untuk mencari "jalan tengah" yang menguntungkan bagi kedua belah pihak:
China: Memastikan arus kas pembayaran utang tetap terjaga dan proyek tetap berjalan sebagai aset strategis mereka di kawasan.
Indonesia: Memastikan bahwa beban utang tidak mengganggu kesehatan APBN secara keseluruhan dan tetap menjaga kedaulatan ekonomi.
Tantangan dan Risiko di Masa Depan
Meskipun keterlibatan Kemenkeu dianggap sebagai solusi untuk menstabilkan keuangan konsorsium, langkah ini bukannya tanpa risiko. Para pengamat ekonomi memberikan sejumlah catatan kritis yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dalam menjalankan kebijakan ini.