DWJ Manajement - PORTAL

RI Bakal Punya 15 Bendungan Baru, Anggarannya Rp 32,8 Triliun

Oleh: DWJ-Manajement 29 Jul 2026
RI Bakal Punya 15 Bendungan Baru, Anggarannya Rp 32,8 Triliun

Irigasi Pertanian: Menjamin ketersediaan air bagi lahan sawah dan ladang secara kontinu, sehingga petani dapat meningkatkan frekuensi masa tanam dalam setahun.

Pengendalian Banjir: Berfungsi sebagai waduk penampung debit air berlebih saat musim hujan, yang secara langsung akan mengurangi risiko banjir di wilayah hilir.

Penyediaan Air Baku: Menjadi sumber air bersih bagi kebutuhan domestik (rumah tangga) dan industri, yang sangat krusial bagi pertumbuhan kawasan pemukiman baru.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA): Potensi pemanfaatan arus air bendungan untuk energi terbarukan yang ramah lingkungan guna mendukung transisi energi nasional.

Sektor Perikanan dan Pariwisata: Waduk yang terbentuk dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar serta pengembangan destinasi wisata berbasis air yang dapat menggerakkan ekonomi lokal.

Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim dan Ketidakpastian Cuaca

Salah satu alasan utama mengapa pemerintah merasa perlu mengucurkan anggaran hingga puluhan triliun rupiah adalah meningkatnya ketidakpastian pola cuaca akibat perubahan iklim global. Fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan ekstrem dan La Nina yang memicu curah hujan tinggi seringkali menjadi momok bagi para petani di Indonesia.

Tanpa manajemen air yang baik, sektor pertanian Indonesia sangat rentan terhadap guncangan cuaca. Kekeringan dapat menyebabkan gagal panen massal, sementara banjir dapat merusak infrastruktur pertanian dan menghancurkan hasil panen yang sudah siap dipetik.

Dengan membangun 15 bendungan baru, pemerintah berupaya melakukan mitigasi risiko tersebut. Bendungan akan berperan sebagai "tabungan air" saat musim hujan, yang kemudian dapat dilepaskan secara terukur saat musim kemarau tiba. Manajemen air yang terencana ini akan menciptakan stabilitas bagi ekosistem pertanian nasional.