DWJ Manajement - PORTAL

RI Hadapi Sederet Masalah Besar

Oleh: DWJ-Manajement • 02 Oct 2026
RI Hadapi Sederet Masalah Besar

Sinyal Bahaya Ekonomi Indonesia: Mari Elka Pangestu Soroti Ancaman Deindustrialisasi hingga Middle-Income Trap

Jakarta - Indonesia saat ini tengah berada di persimpangan jalan ekonomi yang krusial. Di tengah ambisi besar pemerintah untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, berbagai tantangan struktural yang mendalam mulai menunjukkan gejalanya. Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, memberikan peringatan keras mengenai sederet masalah besar yang jika tidak segera ditangani, dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Dalam berbagai kesempatan diskusi ekonomi terbaru, Mari Elka menekankan bahwa Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi yang bersifat konsumtif atau berbasis komoditas mentah semata. Diperlukan transformasi fundamental agar Indonesia dapat keluar dari jebakan pendapatan menengah atau middle-income trap yang mengancam masa depan kesejahteraan rakyat.

Ancaman Middle-Income Trap: Mengapa Indonesia Bisa Terjebak?

Salah satu poin utama yang menjadi perhatian Mari Elka adalah risiko terjebaknya Indonesia dalam middle-income trap. Fenomena ini terjadi ketika sebuah negara berhasil mencapai tingkat pendapatan menengah, namun kemudian mengalami stagnasi pertumbuhan ekonomi dan gagal bertransformasi menjadi negara maju berpendapatan tinggi.

Menurutnya, banyak negara berkembang di dunia mengalami hal serupa. Mereka tumbuh pesat karena upah tenaga kerja yang murah dan ketersediaan sumber daya alam, namun saat upah mulai naik, mereka kehilangan daya saing terhadap negara-negara dengan biaya produksi lebih rendah, sementara di saat yang sama, mereka belum memiliki produktivitas tinggi berbasis teknologi untuk bersaing dengan negara maju.

Beberapa faktor yang memperkuat risiko ini antara lain:

Rendahnya Produktivitas Tenaga Kerja: Pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya didorong oleh peningkatan efisiensi dan kualitas kerja.

Ketergantungan pada Komoditas: Ekonomi yang terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga pasar global.

Kurangnya Inovasi: Investasi dalam riset dan pengembangan (R&D) yang masih relatif rendah dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Pentingnya Transformasi Struktur Ekonomi

Untuk menghindari jebakan ini, Mari Elka menegaskan bahwa pemerintah harus fokus pada penguatan struktur ekonomi yang berbasis nilai tambah. Indonesia perlu bergeser dari ekonomi berbasis ekstraksi sumber daya alam menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi. Hal ini memerlukan kebijakan yang tidak hanya menarik investasi asing (FDI), tetapi juga investasi yang mampu melakukan transfer teknologi dan menciptakan ekosistem industri lokal yang kuat.

Deindustrialisasi Dini: Mengapa Sektor Manufaktur Melemah?

Masalah besar kedua yang disoroti adalah tren deindustrialisasi dini. Sektor manufaktur, yang secara historis merupakan mesin pertumbuhan utama bagi banyak negara berkembang menuju status negara maju, justru menunjukkan tren penurunan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia.