Konsep penyediaan makanan secara prasmanan ini terinspirasi dari praktik yang telah berjalan sukses di negara Jepang dan Italia. Di kedua negara tersebut, sistem serupa terbukti sangat efektif dalam mengelola pemberian makanan di lingkungan sekolah.
Dengan sistem prasmanan, diharapkan anak-anak memiliki fleksibilitas dalam memilih menu yang mereka sukai namun tetap dalam koridor nutrisi yang terjaga. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nafsu makan anak sekaligus meminimalisir sisa makanan yang terbuang.
Empat Prioritas Pembenahan Program MBG
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin sekadar menjalankan program tanpa perencanaan yang matang. Ia mengungkapkan adanya empat prioritas utama dalam pembenahan program MBG agar berjalan efektif.
Pembenahan ini menjadi krusial untuk memastikan seluruh rantai pasok, mulai dari penyediaan bahan baku hingga distribusi ke tangan siswa, berjalan tanpa kendala. Fokus utama terletak pada kualitas makanan, ketepatan sasaran, serta efisiensi manajemen di lapangan.