Stabilitas Kebijakan: Investor cenderung menyukai kepastian regulasi yang konsisten untuk jangka panjang.
Kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah Indonesia. Jika Indonesia tidak segera melakukan langkah-langkah strategis, peluang emas untuk menjadi pusat manufaktur dunia bisa saja terlewatkan begitu saja.
Menperin: Indonesia Harus Memperbaiki "Rumah Tangga" Industri
Menanggapi ketatnya persaingan tersebut, Menperin Agus Gumiwang menekankan bahwa Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam saja. Untuk memenangkan hati investor, Indonesia harus mampu menawarkan ekosistem industri yang lengkap, efisien, dan memiliki kepastian hukum yang tinggi.
Menurut Agus, tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini bukan sekadar soal menarik investasi, melainkan bagaimana menjaga agar investasi tersebut berkelanjutan dan mampu menciptakan multiplier effect bagi ekonomi domestik. Ia mengingatkan bahwa investor sangat sensitia terhadap biaya logistik, produktivitas tenaga kerja, dan kemudahan perizinan.
"Kita harus sadar bahwa persaingan ini bukan hanya soal siapa yang punya lahan luas atau bahan baku banyak. Ini soal efisiensi. Bagaimana kita bisa memastikan bahwa biaya operasional di Indonesia bisa bersaing dengan negara lain, termasuk Vietnam," tegas Menperin dalam sebuah kesempatan diskusi industri.
Pilar Utama Peningkatan Daya Saing Industri Nasional
Untuk menghadapi gempuran kompetisi dari Vietnam dan negara ASEAN lainnya, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah merumuskan beberapa fokus utama yang harus diperkuat. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan menarik.
1. Penguatan Hilirisasi Industri
Strategi hilirisasi tetap menjadi senjata utama Indonesia. Dengan melarang ekspor bahan mentah dan mewajibkan pengolahan di dalam negeri, Indonesia sedang membangun fondasi untuk industri bernilai tambah tinggi, seperti industri baterai kendaraan listrik (EV) dan pengolahan nikel. Ini adalah area di mana Indonesia memiliki keunggulan mutlak dibandingkan Vietnam.
2. Penurunan Biaya Logistik
Salah satu keluhan klasik investor di Indonesia adalah tingginya biaya logistik yang dapat mencapai angka yang cukup signifikan terhadap total biaya produksi. Pembangunan infrastruktur konektivitas seperti pelabuhan, jalan tol, dan kawasan industri terintegrasi menjadi kunci untuk memangkas biaya ini.