DWJ Manajement - PORTAL

Ribuan Titik di RI Tak Diguyur Hujan Lebih dari 2 Bulan Imbas El Nino

Oleh: DWJ-Manajement 22 Sep 2026
Ribuan Titik di RI Tak Diguyur Hujan Lebih dari 2 Bulan Imbas El Nino

Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya suhu rata-rata harian di berbagai kota besar. Suhu yang panas menyengat tidak hanya menguras cadangan air tanah, tetapi juga mengubah karakteristik tanah menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Inilah yang menjelaskan mengapa angka 1.637 titik tanpa hujan ini menjadi angka yang sangat mengkhawatirkan bagi stabilitas ekosistem nasional.

Dampak Domino: Dari Krisis Air hingga Ancaman Ketahanan Pangan

Kekeringan ekstrem yang melanda ribuan titik ini bukan sekadar masalah cuaca, melainkan ancaman multidimensi yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan kesehatan masyarakat. Jika tidak segera dimitigasi, dampaknya akan meluas ke berbagai sektor strategis.

Berikut adalah beberapa sektor utama yang diprediksi akan mengalami dampak paling signifikan:

Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan: Musim tanam yang terganggu akibat minimnya air irigasi dapat menyebabkan gagal panen massal (puso). Hal ini berpotensi memicu kenaikan harga komoditas pangan pokok seperti beras, jagung, dan kedelai di pasar domestik.

Ketersediaan Air Bersih: Penurunan permukaan air tanah dan mengeringnya sumber mata air serta sungai akan menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sanitasi dan konsumsi harian. Krisis air bersih seringkali menjadi pemicu masalah kesehatan di daerah terdampak.

Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Vegetasi yang kering akibat tidak adanya hujan selama lebih dari dua bulan menjadi bahan bakar alami yang sangat mudah terbakar. Hal ini meningkatkan risiko kebakaran hutan yang dapat menyebabkan kabut asap lintas batas.

Energi dan PLTA: Penurunan debit air di waduk dan bendungan akan berdampak langsung pada operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yang dapat mengganggu stabilitas pasokan listrik di beberapa wilayah.