DWJ Manajement - PORTAL

Rupiah Ditutup Melemah 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.850

Oleh: DWJ-Manajement 22 Sep 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.850

Rupiah Tertekan, Dolar AS Meroket ke Level Rp17.850: Apa Dampaknya bagi Ekonomi Kita?

Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren negatif di tengah penguatan masif indeks dolar Amerika Serikat yang menekan mata uang dari berbagai negara berkembang.

JAKARTA - Pasar keuangan domestik kembali dikejutkan dengan pelemahan nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Mata uang Garuda tercatat menutup sesi perdagangan di zona merah, mengikuti jejak penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang terus menunjukkan dominasinya di pasar global.

Berdasarkan data transaksi terbaru, rupiah mengalami koreksi sebesar 0,14% terhadap dolar AS. Pelemahan ini membawa posisi rupiah ke level Rp17.850 per dolar AS. Kondisi ini menambah daftar panjang volatilitas mata uang dalam negeri yang dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global yang belum menentu.

Detail Pergerakan Rupiah di Pasar Spot

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah tampak berjuang keras untuk mempertahankan level psikologisnya. Meskipun sempat mengalami fluktuasi di awal sesi, tekanan jual terhadap rupiah terus mendominasi seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap dolar AS oleh para investor global.

Pelemahan sebesar 0,14% ini mungkin terlihat kecil secara persentase, namun secara nominal, pergerakan menuju angka Rp17.850 merupakan sinyal yang perlu diwaspadai oleh pelaku pasar. Berikut adalah ringkasan pergerakan pasar hari ini:

Nilai Tukar Penutupan: Rp17.850 per dolar AS.

Persentase Perubahan: Melemah 0,14%.

Sentimen Utama: Penguatan indeks DXY (Dollar Index).

Kondisi Pasar: Volatilitas tinggi pada sesi sore.

Para pelaku pasar mencatat bahwa tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari faktor internal, melainkan lebih besar dipicu oleh faktor eksternal yang berkaitan dengan kebijakan moneter di Amerika Serikat dan persepsi risiko investor terhadap negara-negara pasar berkembang (emerging markets).