DWJ Manajement - PORTAL

Rupiah Ditutup Rp18.055/US$, BI Optimalkan Triple Intervention dan SRBI

Oleh: DWJ-Manajement 29 Jul 2026
Rupiah Ditutup Rp18.055/US$, BI Optimalkan Triple Intervention dan SRBI

Rupiah Tertekan Hingga Rp18.055 per Dolar AS, Bank Indonesia Perkuat 'Triple Intervention' dan SRBI

Jakarta - Nilai tukar Rupiah kembali menghadapi tekanan berat di pasar keuangan. Pada penutupan perdagangan terbaru, mata uang Garuda tercatat melemah 0,31% terhadap dolar Amerika Serikat (AS), menyentuh level Rp18.055 per US$. Pelemahan ini mencerminkan dinamika pasar global yang masih fluktuatif, menuntut respons cepat dari otoritas moneter.

Menanggapi kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Langkah-langkah strategis telah disiapkan guna memastikan volatilitas yang terjadi di pasar tidak mengganggu stabilitas moneter serta pertumbuhan ekonomi nasional yang tengah berjalan.

Tekanan Global dan Menguatnya Dolar AS

Pelemahan Rupiah ke level Rp18.055/US$ dipicu oleh sejumlah faktor fundamental, baik dari dalam negeri maupun sentimen global. Penguatan indeks dolar AS yang terus berlanjut menjadi faktor utama yang menekan mata uang negara-negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia.

Ketidakpastian kebijakan moneter di Amerika Serikat, terutama terkait arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, membuat investor cenderung melakukan aksi jual pada aset-aset berisiko dan beralih ke dolar AS sebagai aset aman (*safe haven*). Kondisi ini memicu aliran modal keluar (*capital outflow*) yang memberikan tekanan tambahan pada likuiditas Rupiah di pasar domestik.

Selain faktor eksternal, dinamika perdagangan global dan fluktuasi harga komoditas juga turut memberikan pengaruh terhadap neraca pembayaran Indonesia. Hal inilah yang membuat Bank Indonesia harus mengambil langkah proaktif agar pelemahan Rupiah tidak meluas secara tidak terkendali.

Strategi Bank Indonesia: Optimalisasi Triple Intervention

Untuk meredam gejolak di pasar valuta asing, Bank Indonesia kembali mengandalkan strategi Triple Intervention. Langkah ini merupakan kombinasi intervensi di tiga pasar berbeda guna memastikan stabilitas di berbagai lini transaksi mata uang.

1. Intervensi di Pasar Spot

BI secara aktif melakukan intervensi di pasar spot untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dolar AS dan menyeimbangkan permintaan serta penawaran. Dengan melakukan penjualan cadangan devisa di pasar spot, BI berupaya menekan laju penguatan dolar AS terhadap Rupiah secara langsung.

2. Pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF)