DWJ Manajement - PORTAL

Rupiah Ditutup Rp18.055/US$, BI Optimalkan Triple Intervention dan SRBI

Oleh: DWJ-Manajement 29 Jul 2026
Rupiah Ditutup Rp18.055/US$, BI Optimalkan Triple Intervention dan SRBI

Selain pasar spot, BI juga melakukan intervensi di pasar DNDF. Instrumen ini sangat krusial sebagai alat lindung nilai (*hedging*) bagi para pelaku usaha. Dengan intervensi di DNDF, BI dapat mengelola ekspektasi pasar terhadap nilai tukar di masa depan tanpa harus menguras cadangan devisa secara berlebihan di pasar spot.

3. Pasar Surat Berharga Negara (SBN)

Langkah ketiga adalah intervensi di pasar SBN. BI hadir untuk menjaga stabilitas imbal hasil (*yield*) SBN agar tetap menarik bagi investor asing. Dengan menjaga daya tarik obligasi pemerintah, diharapkan aliran modal asing dapat tetap terjaga atau bahkan masuk kembali ke pasar keuangan Indonesia, yang pada akhirnya akan memperkuat posisi Rupiah.

SRBI: Senjata Baru Menarik Arus Modal Asing

Selain melalui mekanisme intervensi, Bank Indonesia juga mengoptimalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Instrumen ini dirancang khusus untuk meningkatkan daya tarik aset keuangan dalam denominasi Rupiah bagi investor asing.

SRBI menawarkan imbal hasil yang kompetitif dibandingkan dengan instrumen keuangan lainnya di kawasan. Melalui SRBI, BI memiliki fleksibilitas untuk:

Menarik aliran modal portofolio jangka pendek yang stabil.

Memperkuat likuiditas Rupiah di pasar keuangan domestik.

Membantu pengelolaan likuiditas tanpa harus mengganggu kebijakan suku bunga acuan secara drastis.

Memberikan bantalan (*buffer*) terhadap volatilitas nilai tukar.

Dengan optimalisasi SRBI, diharapkan terdapat peningkatan permintaan terhadap Rupiah, yang secara otomatis akan memberikan dukungan struktural terhadap stabilitas nilai tukar dalam jangka menengah hingga panjang.