Tingkat depresiasi Rupiah tercatat telah menyentuh angka 7,9 persen.
Pemicu utama pelemahan adalah memburuknya kondisi ekonomi di tingkat global.
Volatilitas Rupiah dinilai masih lebih stabil dibandingkan dengan mata uang negara-negara lainnya.
Kesimpulan
Meskipun Rupiah mengalami depresiasi yang cukup signifikan akibat tekanan eksternal, Bank Indonesia melihat adanya sisi positif dari segi ketahanan. Dibandingkan dengan mata uang negara lain, Rupiah menunjukkan volatilitas yang relatif lebih mampu dikendalikan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.