DWJ Manajement - PORTAL

Saham GOTO ARB Dua Hari Berturut-turut, Kini Bertengger di Rp37

Oleh: DWJ-Manajement • 29 Sep 2026
Saham GOTO ARB Dua Hari Berturut-turut, Kini Bertengger di Rp37

Saham GOTO Terjerembap, Hantam ARB Dua Hari Berturut-turut hingga Bertengger di Rp37

Jakarta - Pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menjadi sorotan tajam di lantai bursa. Setelah sempat menunjukkan volatilitas yang tinggi, saham emiten ekosistem digital terbesar di Indonesia ini justru mengalami tekanan jual yang masif, hingga menyentuh batas bawah harga atau Auto Rejection Bawah (ARB) selama dua hari perdagangan berturut-turut.

Kondisi ini membawa harga saham GOTO merosot tajam ke level Rp37 per lembar saham. Fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, baik ritel maupun institusi, mengingat penurunan yang terjadi berlangsung sangat cepat dan konsisten dalam dua hari terakhir.

Fenomena Auto Rejection Bawah (ARB) pada Saham GOTO

Istilah Auto Rejection Bawah (ARB) bukanlah hal asing bagi para pelaku pasar modal di Indonesia. ARB merupakan mekanisme otomatis yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membatasi penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan guna menjaga stabilitas pasar dan melindungi investor dari volatilitas yang ekstrem.

Ketika sebuah saham mengalami ARB, artinya tekanan jual yang terjadi jauh lebih besar dibandingkan antrean beli yang ada. Dalam kasus GOTO, antrean jual yang menumpuk di harga terendah membuat harga tidak mampu naik kembali ke level sebelumnya selama jam perdagangan berlangsung. Kondisi "mentok" di harga ARB selama dua hari berturut-turut menunjukkan bahwa sentimen negatif terhadap saham ini masih sangat dominan.

Penurunan hingga ke level Rp37 menandakan bahwa kepercayaan pasar terhadap prospek jangka pendek GOTO sedang berada di titik nadir. Banyak investor yang memilih untuk segera melepas kepemilikan mereka (panic selling) guna menghindari kerugian yang lebih dalam, yang pada akhirnya justru memperparah tekanan harga di pasar.

Mengapa Saham GOTO Terus Mengalami Tekanan Jual?

Meskipun belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab spesifik jatuhnya harga pada dua hari terakhir ini, para analis pasar modal melihat adanya beberapa faktor fundamental dan teknikal yang saling berkelindan. Berikut adalah beberapa faktor yang diduga kuat menjadi pemicu:

Sentimen Sektor Teknologi secara Global: Sektor teknologi di seluruh dunia, termasuk di pasar berkembang seperti Indonesia, masih menghadapi tantangan besar terkait suku bunga tinggi. Ketika suku bunga tetap tinggi, investor cenderung mengalihkan aset mereka dari saham pertumbuhan (growth stocks) seperti perusahaan teknologi ke aset yang lebih aman seperti obligasi.