Perubahan aturan ini tentu membawa dampak yang signifikan bagi seluruh lapisan investor. Namun, dampak yang dirasakan antara investor ritel dan institusi akan sangat berbeda, tergantung pada strategi investasi yang mereka jalankan.
Peluang bagi Investor
Bagi investor yang memiliki strategi value investing atau mencari saham-saham yang sedang undervalued, kebijakan ini bisa menjadi peluang emas. Ada kemungkinan saham-saham yang sebelumnya dianggap tidak layak karena sudah di harga Rp50, ternyata memiliki potensi pembalikan arah (reversal) jika harga dibiarkan bergerak fleksibel.
Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa dirasakan:
Fleksibilitas Exit Strategy: Investor tidak lagi terjebak dalam antrean jual yang tak berujung pada level Rp50.
Keakuratan Portofolio: Nilai portofolio akan mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya, memberikan gambaran risiko yang lebih jujur.
Kedalaman Pasar: Peningkatan volume transaksi diharapkan dapat menekan spread (selisih harga jual dan beli) sehingga biaya transaksi menjadi lebih efisien.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Di sisi lain, kebijakan ini juga membawa risiko yang tidak boleh dipandang sebelah mata, terutama bagi investor ritel yang kurang berpengalaman atau cenderung spekulatif. Penurunan batas harga ke Rp1 berarti risiko kerugian total (total loss) menjadi sangat nyata bagi saham-saham dengan fundamental buruk.
Beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain: