Waspada Ancaman Kekeringan! BMKG: Juni 2026 Jadi Salah Satu Juni Terkering dalam 30 Tahun Terakhir
Jakarta, News Portal - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi iklim di Indonesia. Berdasarkan data terbaru yang dirilis lembaga otoritas meteorologi tersebut, intensitas curah hujan pada Juni 2026 tercatat berada pada level yang sangat rendah, menjadikannya salah satu bulan Juni paling kering dalam kurun waktu tiga dekade terakhir.
Fenomena ini bukanlah tanpa sebab. Penguatan fenomena El Nino yang melanda Samudra Pasifik telah memberikan dampak langsung terhadap pola presipitasi di wilayah nusantara. Penurunan curah hujan yang drastis ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai potensi krisis air bersih, ancaman gagal panen bagi sektor pertanian, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di berbagai wilayah Indonesia.
Anomali Cuaca: Mengapa Juni 2026 Begitu Kering?
Menurut laporan teknis BMKG, anomali cuaca yang terjadi pada bulan Juni 2026 menunjukkan penyimpangan yang signifikan dari rata-rata normal tahunan. Jika dibandingkan dengan data historis dalam 30 tahun terakhir, curah hujan pada periode ini berada di titik nadir yang jarang terjadi, menyamai atau bahkan melampaui tingkat kekeringan pada tahun-tahun ekstrem sebelumnya.
Penyebab utama dari kondisi ini adalah fenomena El Nino yang sedang berlangsung dengan intensitas yang cukup kuat. El Nino menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur meningkat di atas rata-rata. Hal ini mengakibatkan pergeseran massa udara lembap yang biasanya membawa hujan ke wilayah Indonesia, justru berpindah ke wilayah Amerika Selatan.
Akibatnya, atmosfer di atas wilayah Indonesia menjadi lebih kering dan stabil, sehingga proses pembentukan awan hujan terhambat secara signifikan. Kondisi ini diperparah dengan masuknya musim kemarau yang lebih awal dan lebih intens dibandingkan siklus tahunan biasanya. BMKG menekankan bahwa pola ini dapat bertahan selama beberapa bulan ke depan, yang berarti masyarakat harus bersiap menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan.
Dampak El Nino Terhadap Pola Iklim Nasional
Dampak dari fenomena El Nino tidak merata di seluruh Indonesia, namun beberapa wilayah diprediksi akan mengalami dampak yang jauh lebih ekstrem dibandingkan wilayah lainnya. Secara umum, wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sulawesi, diprediksi akan mengalami penurunan curah hujan yang paling tajam.
Kondisi ini menciptakan efek domino yang mengancam berbagai sektor vital negara. Berikut adalah beberapa aspek utama yang terdampak oleh rendahnya curah hujan pada Juni 2026: