Penyesuaian Tegangan (Stress Adjustment): Saat gempa M7,7 terjadi, terjadi perpindahan massa batuan yang sangat besar. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan tegangan di sekitar patahan (fault line), sehingga batuan di sekitarnya akan terus bergerak untuk mencari posisi keseimbangan baru.
Pelepasan Energi Bertahap: Energi yang terakumulasi selama puluhan atau ratusan tahun tidak semuanya lepas dalam satu kali guncangan. Gempa susulan adalah cara alam melepaskan sisa-sisa energi tersebut secara bertahap.
Karakteristik Struktur Geologi: Kompleksitas struktur patahan di wilayah Flores menyebabkan proses redistribusi tegangan menjadi lebih panjang dan tidak merata.
Oleh karena itu, meskipun intensitas gempa mungkin akan menurun seiring berjalannya waktu, masyarakat tidak boleh lengah begitu saja sebelum masa prediksi 3-4 minggu tersebut berakhir.
Langkah Mitigasi dan Keselamatan di Wilayah Terdampak
Menghadapi situasi di mana gempa susulan bisa terjadi kapan saja, kesiapsiagaan adalah kunci utama untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material. Pemerintah daerah bersama BPBD setempat telah mengimbau warga untuk melakukan langkah-langkah mitigasi mandiri.
Panduan Saat Terjadi Gempa Susulan
Jika Anda merasakan guncangan kembali, segera lakukan protokol keselamatan berikut:
Drop, Cover, and Hold On: Segera merunduk, lindungi kepala dengan tangan atau benda keras, dan berpegangan pada kaki meja atau benda yang stabil hingga guncangan berhenti.
Jauhi Bangunan yang Retak: Jika bangunan tempat Anda berada sudah mengalami kerusakan struktural akibat gempa M7,7, sangat disarankan untuk segera keluar menuju area terbuka.
Hindari Area Rawan Longsor: Mengingat topografi Flores yang berbukit, gempa susulan dapat memicu tanah longsor. Hindari berada di dekat lereng atau tebing.
Waspada Potensi Tsunami: Meski gempa susulan tidak selalu disertai tsunami, jika Anda merasakan guncangan kuat yang berlangsung lama di dekat pesisir, segera menuju ke tempat yang lebih tinggi.