DWJ Manajement - PORTAL

Samsung Perkirakan Kelangkaan Chip Berlanjut Hingga 2028

Oleh: DWJ-Manajement 30 Jul 2026
Samsung Perkirakan Kelangkaan Chip Berlanjut Hingga 2028

Samsung Peringatkan Krisis Chip Global Berlanjut Hingga 2028, Efek Domino Ledakan AI

Permintaan masif dari pusat data kecerdasan buatan diprediksi bakal membuat pasokan semikonduktor tetap ketat dalam jangka panjang.

SEOUL - Industri teknologi dunia tengah bersiap menghadapi tantangan besar dalam beberapa tahun ke depan. Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, mengeluarkan peringatan serius mengenai kondisi pasar semikonduktor global. Perusahaan menyatakan bahwa kelangkaan cip atau chip diprediksi tidak akan berakhir dalam waktu dekat dan kemungkinan besar akan terus berlanjut hingga tahun 2028.

Fenomena ini bukanlah tanpa alasan. Menurut analisis mendalam dari Samsung, pemicu utama dari ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan ini adalah ledakan penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) yang sangat masif di seluruh dunia. Fokus utama dari permintaan ini terletak pada infrastruktur pusat data (data center) yang membutuhkan daya komputasi luar biasa tinggi.

Penyebab Utama: Ambisi Besar Dunia di Bidang AI

Dunia saat ini sedang berada dalam perlombaan senjata teknologi berbasis AI. Perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft, Google, Meta, hingga OpenAI tengah berlomba-lomba membangun infrastruktur komputasi yang mampu menjalankan model bahasa besar (Large Language Models/LLM) yang semakin kompleks. Untuk menjalankan model-model tersebut, diperlukan ribuan hingga jutaan unit prosesor canggih yang bekerja secara simultan di pusat data.

Permintaan yang melonjak secara eksponensial ini menciptakan tekanan besar pada rantai pasok semikonduktor. Samsung mencatat bahwa kebutuhan akan komponen pendukung AI bukan hanya sekadar chip pemrosesan (GPU atau CPU), tetapi juga mencakup komponen memori tingkat tinggi yang mampu menangani aliran data dalam volume raksasa.

Beberapa faktor yang memperparah kondisi ini antara lain:

Eskalasi Komputasi AI: Model AI generasi terbaru membutuhkan kapasitas memori dan kecepatan pemrosesan yang jauh melampaui standar perangkat elektronik konvensional.

Keterbatasan Kapasitas Produksi: Membangun pabrik semikonduktor (fab) memerlukan waktu bertahun-tahun dan investasi triliunan dolar, sehingga tidak bisa merespons lonjakan permintaan secara instan.

Dominasi Spesialisasi: Fokus industri yang bergeser ke jenis chip khusus AI membuat produksi chip untuk perangkat konsumen lainnya (seperti smartphone atau otomotif) menghadapi persaingan alokasi bahan baku.