DWJ Manajement - PORTAL

Siap-siap! QRIS Bakal Bisa Dipakai di Hong Kong, Arab Saudi, Timor Leste, dan India

Oleh: DWJ-Manajement • 05 Sep 2026
Siap-siap! QRIS Bakal Bisa Dipakai di Hong Kong, Arab Saudi, Timor Leste, dan India

Perluasan ke Timor Leste menunjukkan fokus Bank Indonesia dalam memperkuat integrasi ekonomi di kawasan regional. Sebagai negara tetangga yang memiliki kedekatan geografis dan kultural dengan Indonesia, integrasi pembayaran digital akan memperlancar arus perdagangan lintas batas serta mempermudah aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.

Keunggulan Utama Menggunakan QRIS Cross-Border

Mengapa integrasi QRIS ini dianggap sebagai sebuah lompatan besar bagi ekonomi digital Indonesia? Berikut adalah beberapa keunggulan utama yang akan dirasakan oleh pengguna:

Kepraktisan Tinggi: Tidak perlu lagi mengantre lama di money changer atau membawa tumpukan uang tunai yang merepotkan.

Kurs Transparan: Nilai tukar mata uang akan langsung tertera pada aplikasi saat transaksi dilakukan, sehingga pengguna tahu persis jumlah yang harus dibayarkan dalam Rupiah.

Keamanan Terjamin: Mengurangi risiko kehilangan uang tunai atau menjadi korban pencurian saat berada di tempat umum di luar negeri.

Efisiensi Waktu: Proses pembayaran menjadi jauh lebih cepat, hanya perlu memindai kode QR dalam hitungan detik.

Mendukung UMKM Lokal: Memudahkan wisatawan untuk berbelanja di gerai-gerai UMKM lokal di negara tujuan yang sudah mendukung sistem pembayaran digital.

Mendorong Penggunaan Local Currency Transaction (LCT)

Di balik kemudahan transaksi bagi masyarakat, langkah Bank Indonesia ini juga memiliki misi makroekonomi yang sangat penting, yakni memperkuat penggunaan Local Currency Transaction (LCT). Selama ini, mayoritas transaksi internasional sangat bergantung pada mata uang Dollar AS (USD).

Dengan adanya integrasi QRIS yang didukung oleh kerja sama antar bank sentral, penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara dapat ditingkatkan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dollar AS, menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, dan memperkuat cadangan devisa negara melalui penguatan ekosistem ekonomi digital yang terintegrasi secara regional.

Jika integrasi ini berjalan sukses, maka Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi pemimpin dalam standarisasi pembayaran digital di kawasan Asia dan sekitarnya.