Warga Kelompok Desil 9-10 Bakal Dibatasi Beli Pertalite, Ini Kriteria dan Alasannya
Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis dalam melakukan reformasi subsidi energi di Indonesia. Salah satu kebijakan yang tengah menjadi sorotan adalah rencana pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite bagi kelompok masyarakat tertentu. Tidak tanggung-tanggung, sasaran pembatasan ini ditujukan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori desil 9 dan desil 10.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa subsidi energi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan, atau yang sering disebut sebagai masyarakat kelas bawah. Selama ini, ketidaktepatan sasaran subsidi BBM menjadi salah satu beban fiskal terbesar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Mengenal Apa Itu Kelompok Desil 9 dan 10
Sebelum memahami lebih jauh mengenai kebijakan ini, masyarakat perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan istilah "desil" dalam konteks kesejahteraan sosial. Dalam statistika ekonomi, desil adalah pembagian kelompok masyarakat ke dalam 10 bagian yang sama besar berdasarkan tingkat kesejahteraan atau pengeluaran rumah tangga.
Pengelompokan ini biasanya didasarkan pada data kemiskinan dan tingkat pengeluaran yang dikelola oleh Kementerian Sosial atau Badan Pusat Statistik (BPS). Berikut adalah gambaran sederhana mengenai pembagian desil tersebut:
Desil 1 hingga Desil 4: Merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah (masyarakat miskin dan sangat miskin). Kelompok inilah yang menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial dan subsidi.
Desil 5 hingga Desil 8: Merupakan kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah hingga menengah. Kelompok ini memiliki daya beli yang cukup namun masih rentan terhadap guncangan ekonomi.
Desil 9: Merupakan kelompok masyarakat kelas atas (upper class) yang memiliki tingkat pengeluaran tinggi.
Desil 10: Merupakan kelompok masyarakat paling kaya (the wealthiest) dalam struktur ekonomi suatu negara, yang berada di peringkat 10 persen teratas secara nasional.
Dengan demikian, rencana pemerintah untuk membatasi Pertalite bagi desil 9 dan 10 secara langsung menyasar pada kelompok masyarakat yang secara ekonomi dianggap sudah mapan dan mampu membeli BBM jenis non-subsidi seperti Pertamax atau jenis lainnya.