DWJ Manajement - PORTAL

Soroti Fenomena Judol dan Kripto, Zulhas: Kaya Butuh Proses, Nggak Ada Sulap

Oleh: DWJ-Manajement • 05 Sep 2026
Soroti Fenomena Judol dan Kripto, Zulhas: Kaya Butuh Proses, Nggak Ada Sulap

Zulhas Ingatkan Fenomena Ingin Cepat Kaya: Judol dan Kripto Bukan Jalan Pintas, Kaya Butuh Proses!

Menteri Koordinator Bidang Pangan menyoroti mentalitas instan masyarakat yang terjebak dalam jerat judi online dan spekulasi aset digital tanpa perhitungan matang.

Fenomena keinginan untuk meraih kekayaan dalam waktu singkat kini tengah menjadi perhatian serius pemerintah. Di tengah derasnya arus digitalisasi, masyarakat dihadapkan pada berbagai tawaran yang menjanjikan keuntungan besar secara instan, mulai dari judi online (judol) hingga spekulasi tinggi di pasar kripto. Hal ini memicu kekhawatiran akan runtuhnya fondasi ekonomi keluarga dan peningkatan angka kemiskinan baru akibat pola pikir yang salah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, memberikan peringatan keras mengenai tren ini. Menurutnya, membangun kesejahteraan finansial bukanlah sebuah sihir yang bisa terjadi dalam semalam. Ia menekankan bahwa kekayaan yang berkelanjutan harus dibangun melalui proses yang nyata, kerja keras, dan pemahaman terhadap sektor ekonomi riil.

Mentalitas Instan: Ancaman Tersembunyi di Era Digital

Zulhas mengamati adanya pergeseran pola pikir di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, yang cenderung mencari "jalan pintas" untuk memperbaiki status ekonomi. Keberadaan platform judi online yang semakin masif dan fluktuasi ekstrem di dunia kripto menjadi medan jebakan bagi mereka yang tidak memiliki literasi keuangan yang cukup.

Dalam pernyataannya, Zulhas menegaskan bahwa tidak ada formula ajaib yang bisa mengubah nasib seseorang secara instan tanpa ada usaha yang nyata. Ia menyebutkan bahwa fenomena ini sangat berbahaya karena seringkali justru membawa masyarakat ke dalam jurang kehancuran finansial alih-alih kemakmuran.

"Kaya itu butuh proses. Tidak ada sulap, tidak ada cara instan yang benar-benar aman. Jangan sampai kita terjebak dalam angan-angan kosong yang justru menghancurkan apa yang sudah kita bangun dengan susah payah," tegas Zulhas dalam sebuah kesempatan.

Kritik ini menyasar pada bagaimana teknologi yang seharusnya digunakan sebagai alat produktivitas, justru disalahgunakan untuk aktivitas spekulatif yang tidak memiliki nilai tambah ekonomi bagi negara, melainkan hanya memutar uang dalam lingkaran setan kerugian pengguna.

Judi Online: Perjudian yang Menghancurkan Masa Depan

Salah satu sorotan utama Zulhas adalah maraknya judi online yang telah merambah ke berbagai lapisan masyarakat. Judi online bukan lagi sekadar hiburan bagi sebagian orang, melainkan telah menjadi penyakit sosial yang merusak tatanan ekonomi rumah tangga. Banyak kasus menunjukkan bahwa masyarakat kehilangan tabungan, aset, bahkan terjerat hutang pinjaman online (pinjol) demi memuaskan hasrat bertaruh di platform ilegal tersebut.

Beberapa dampak negatif dari maraknya judi online yang perlu diwaspadai antara lain: